PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Kemenag Beri Penghargaan Kepada Empat Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi 2025

Tangerang, 1 Agustus 2025 – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memberikan penghargaan kepada empat tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi atas dedikasi luar biasa mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446H/2025M.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Dirjen PHU Hilman Latief dalam penutupan Rakernas Evaluasi Haji 2025 yang digelar di Tangerang, Banten, pada 30 Juli 2025.

Empat Sosok Sunyi di Balik Layar Operasional Haji

Empat sosok luar biasa ini bukan hanya bekerja keras, namun melayani dengan hati dalam diam. Berikut profil mereka yang mendapat penghargaan khusus:


1. Hasyim bin Salim Hilaby – The Shadow Behind the Nusuk Cards

Jarang terlihat di permukaan, tapi hasil kerjanya nyata. Hasyim adalah sosok di balik distribusi kartu Nusuk, memastikan kelancaran akses jemaah di tengah sistem yang berbasis syarikah. Saat ada kekacauan dalam penempatan kloter, ia bertindak cepat mengatur ulang tanpa banyak sorotan.

Ia juga hadir di tengah krisis paspor saat fase pemulangan dan keberangkatan gelombang kedua ke Madinah. Menelusuri satu per satu dokumen jemaah, mengurus SPLP, hingga paspor ditemukan kembali. Hasyim menjadi simbol dedikasi diam-diam namun berdampak besar.


2. Naif Bahri Basri Marjan – The Man in Makkah

Makkah yang penuh dinamika, tak pernah sunyi dari peran Naif. Ia menghadapi tantangan distribusi kartu Nusuk berbasis syarikah dengan gesit, bahkan saat jemaah berpindah hotel tanpa data yang utuh. Hasilnya: distribusi hampir 100% tuntas sebelum puncak haji di Armina.

Usai puncak haji, ia masih bekerja: melacak jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, memastikan mereka bisa pulang dengan selamat. Kerja sunyi Naif menyentuh sisi paling manusiawi dari pelayanan haji.


3. Adhil Abdul Wahid – The Keeper of the Manifests

Data dan akurasi adalah dunianya. Sejak awal operasional haji, Adhil fokus pada penyesuaian manifest penerbangan, terutama saat kloter bercampur. Ia menyusun ulang pramanifes hingga 20 penerbangan per hari dengan tenggat super ketat—maksimal 15 jam sebelum mendarat di Saudi.

Kesalahan sedikit saja bisa berbuntut panjang. Namun berkat ketekunan dan presisinya, operasional haji tetap lancar tanpa kendala berarti. Adhil adalah penjaga sistem yang tak banyak diketahui, tapi begitu penting.


4. Nurcholis Turmudzi Qhomad – The Cartographer of the Holy Plains

Tak banyak yang mengenal wajahnya, tapi namanya hidup di Arafah dan Mina. Ia hafal medan suci layaknya punggung tangannya. Saat tenda jemaah mixed kloter harus diatur sesuai syarikah, ia turun langsung ke lapangan dari 8–9 Dzulhijjah tanpa tidur.

Ia mengemudi sendiri, memandu pimpinan, dan hadir setiap kali kabar “belum ada tenda” muncul. Tanpa banyak bicara, ia membawa solusi. Nurcholis adalah peta hidup Arafah, hadir saat semua butuh arah.


Penghargaan untuk Mereka yang Bekerja Dalam Diam

Penghargaan ini bukan hanya simbol formalitas, tetapi bentuk apresiasi terhadap pekerja-pekerja sunyi yang tak pernah menuntut panggung, namun memastikan jutaan jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan damai.

Kemenag berharap penghargaan ini bisa menginspirasi semangat profesionalisme dan integritas yang sama pada penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top