Riyadh, 24 Juli 2025 – Meski nilai ekspor minyak mengalami penurunan tajam, Arab Saudi mencatatkan kenaikan ekspor non-migas sebesar 6% secara tahunan (YoY) pada Mei 2025, mencapai SR31 miliar ($8,2 miliar). Hal ini menunjukkan arah positif dalam diversifikasi ekonomi sesuai dengan Visi 2030.
🔍 Rincian Ekspor: Re-ekspor Melonjak, Ekspor Nasional Turun
Berdasarkan data Otoritas Umum Statistik (GASTAT):
- Ekspor nasional non-migas (tanpa re-ekspor): turun 1,8%
- Re-ekspor: naik tajam 20,5%
- Ekspor minyak: turun drastis 21,8%
- Kontribusi minyak terhadap total ekspor: turun dari 72,1% (Mei 2024) menjadi 65,6%
📦 Komoditas Ekspor Utama:
- Mesin listrik dan suku cadang:
- Pangsa: 23,7% dari ekspor non-migas
- Kenaikan: 99,8% YoY
- Produk kimia:
- Pangsa: 22,8%
- Kenaikan: 0,4% YoY
🚢 Kinerja Impor dan Neraca Dagang:
- Total impor naik 7,8%
- Neraca dagang surplus menurun 68,4% YoY
- Rasio ekspor non-migas terhadap impor turun dari 39,1% ke 38,5%
🌍 Tujuan dan Sumber Perdagangan Utama:
Tujuan Ekspor Terbesar:
- China – 14%
- UEA – 11,2%
- India – 8,9%
- Lainnya: Korea Selatan, Jepang, AS, Mesir, Bahrain, Malta, Malaysia
→ Total kontribusi 10 negara ini: 64,4% ekspor
Sumber Impor Terbesar:
- China – 28,9%
- Amerika Serikat – 7,5%
- UEA – 6,3%
- Lainnya: India, Jepang, Jerman, Italia, Swiss, Mesir, Prancis
→ Total: 67,6% dari impor
⚓ Pelabuhan dan Bandara Utama Pengelola Impor:
- Pelabuhan Raja Abdulaziz, Dammam – 26,4%
- Pelabuhan Islam Jeddah – 21,6%
- Bandara Internasional King Khalid (Riyadh) – 13,8%
- Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah) – 10,9%
- Bandara King Fahd (Dammam) – 5,3%
→ Total 5 titik ini mengelola 78,1% dari seluruh impor
💡 Kesimpulan
Meski pasar minyak masih berfluktuasi, peningkatan ekspor non-migas dan re-ekspor menunjukkan langkah maju Arab Saudi dalam transformasi ekonominya. Diversifikasi terus menjadi fondasi utama menuju stabilitas jangka panjang.



