Batu Bara, 3 Juli 2025 — Khairul Sholeh, seorang nelayan sekaligus pendakwah asal Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menjadi salah satu jemaah haji Indonesia tahun ini yang kisahnya menginspirasi banyak orang. Tanpa latar belakang ekonomi yang mapan, pria berusia 52 tahun ini akhirnya bisa berangkat haji berkat doa yang tulus, kerja keras, dan dukungan masyarakat yang mencintainya.
Impian yang Dimulai dari Doa Ramadan 2012
Pada Ramadan tahun 2012, Khairul menyaksikan siaran langsung jamaah mengelilingi Ka’bah di televisi. Dalam hati, ia pun berdoa, “Ya Allah, kapan aku bisa sampai ke sana?” Tak disangka, tak lama kemudian seorang teman menghubunginya dan menawarkan kesempatan untuk mendaftar haji.
“Saya jawab tidak punya uang. Tapi teman saya bilang, ‘Saya tidak tanya soal uang, saya tanya mau berangkat atau tidak?’” kenang Khairul.
Tekadnya pun semakin kuat. Meski hanya bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan seadanya, serta aktif mengisi pengajian di berbagai masjid dan majelis taklim, Khairul tidak berhenti berharap.
Dukungan dari Majelis Taklim dan Warga Sekitar
Kepribadian Khairul yang ramah dan suka membantu membuat masyarakat sekitar tergerak mendukung keberangkatannya ke Tanah Suci. Ibu-ibu dari Majelis Taklim Desa Masjid Lama dan Desa Pahlawan menggalang donasi, sementara jemaah masjid tempatnya menjadi imam ikut memberi dukungan moral dan finansial.
“Kami sedih kalau lihat Ustadz Khairul belum haji. Beliau orang baik, selalu datang bila diminta isi pengajian. Jadi kami kumpulkan uang ramai-ramai,” ujar Fauziyah, salah satu anggota majelis taklim.
“Ustad Khairul itu sosok yang ikhlas. Kami semua senang dan kaget juga beliau akhirnya berangkat,” tambah Desi Ariyani Tanjung.
Tiga Bulan Melaut Demi Biaya Haji
Menariknya, menjelang proses pelunasan biaya haji (Bipih), Khairul justru tidak bisa dihubungi. Ternyata ia sedang melaut selama 3 bulan, berjuang mengumpulkan uang tambahan. Ia baru tiba di kantor Kementerian Agama Batu Bara pada hari terakhir pelunasan, dengan hanya membawa uang tunai dan belum melengkapi dokumen.
Namun, berkat bantuan petugas dan kerja cepat, seluruh persyaratan berhasil dipenuhi dan Khairul resmi terdaftar dalam Kloter KNO-12 Embarkasi Kualanamu, bersama 273 jemaah lainnya dari Kabupaten Batu Bara.
Ketulusan yang Menggerakkan Langit
Cerita Khairul adalah bukti bahwa panggilan haji bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga ketulusan dan kesabaran. Doa yang dipanjatkan bertahun-tahun lalu kini terjawab lewat jalan yang tak terduga.
“Haji adalah panggilan. Jika Allah sudah kehendaki, maka tak ada yang bisa menghalangi, dan tak ada pula yang bisa mempercepatnya selain izin-Nya,” ujar Refiyenti, Kepala Seksi PHU Batu Bara.
Penutup
Perjalanan Khairul Sholeh menuju Tanah Suci bukan sekadar kisah seorang nelayan yang berangkat haji. Ia adalah simbol harapan, kekuatan doa, dan makna solidaritas sesama muslim. Ketika seseorang berbuat kebaikan dengan ikhlas, maka kebaikan itu akan kembali kepadanya dengan cara yang tak terduga.



