Riyadh — Arab Saudi pada Selasa (26/8/2025) dengan tegas mengecam pelanggaran dan agresi Israel yang terus berlanjut terhadap wilayah Suriah. Riyadh menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah, hukum internasional, serta Perjanjian Disengagement 1974.
Dalam pernyataan resminya, Saudi menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Suriah dalam menjaga keamanan, stabilitas, perdamaian sipil, dan kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya.
Kerajaan juga menolak keras segala bentuk seruan untuk memecah belah Suriah, serta mendorong rakyat Suriah agar mengedepankan dialog demi persatuan dan pembangunan negara baru yang kuat.
Selain itu, Saudi menyerukan kepada komunitas internasional untuk berdiri bersama Suriah dan mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran Israel yang terus berlanjut.



