Riyadh — Proyek ambisius Riyadh Metro resmi mencatatkan tonggak bersejarah dengan menyambut penumpang ke-100 juta pada Agustus 2025, kurang dari sembilan bulan sejak peluncuran perdana pada Desember lalu.
Sejak beroperasi, Jalur Biru di poros Olaya Road mencatat sekitar 46,5 juta pengguna, disusul Jalur Merah di King Abdullah Road dengan 17 juta penumpang, serta Jalur Oranye di Madinah Road dengan 12 juta penumpang. Sementara itu, tiga jalur lainnya mengangkut 24,5 juta penumpang, dengan tingkat keteraturan operasional yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 99,78 persen.
Beberapa stasiun utama seperti Qasr Al-Hukm, Financial Center, STC Main Station, serta National Museum Station menjadi titik tersibuk, mencatat lebih dari 29 persen dari total pengguna karena berfungsi sebagai stasiun transit antarjalur.
Layanan Riyadh Metro yang dikelola oleh Royal Commission for Riyadh City juga terintegrasi dengan jaringan bus luas dan halte transportasi publik lainnya. Sistem transportasi ini memberikan pengalaman perjalanan yang mulus bagi penumpang, mulai dari rumah hingga tujuan akhir.
Dengan pencapaian ini, Riyadh Metro semakin menegaskan perannya sebagai solusi transportasi modern dan berkelanjutan, mendukung mobilitas penduduk serta pengunjung, sekaligus memperkuat kualitas hidup di ibu kota Arab Saudi.



