Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umroh mendorong Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperketat sistem pemantauan. Kemenhaj kini sedang mengkaji pembentukan tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan penyelenggaraan ibadah umroh selama 10 bulan penuh di luar musim haji.
Langkah strategis ini diambil agar pengawasan tidak hanya mengandalkan Laporan Biro Perjalanan, melainkan hadir langsung di titik-titik krusial keberangkatan jemaah di seluruh Indonesia.
Pembentukan “PPIH Umrah Embarkasi” dan Sinergi Lintas Lembaga
Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah, Ahmad Abdullah, menjelaskan bahwa Ditjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PPHU) sedang mendiskusikan mekanisme pengawasan umroh dengan pola yang mirip dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi pada musim haji.
“Ke depan, kami sedang mendiskusikan agar selama 10 bulan di luar musim haji terdapat panitia pengawasan ibadah umrah. Sistem kerjanya tidak jauh berbeda dengan PPIH Embarkasi,” terang Ahmad di Jakarta.
Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, Kemenhaj akan menggandeng sinergi lintas instansi, antara lain:
- Otoritas Bandara & Angkasa Pura
- Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
- Direktorat Jenderal Imigrasi
Cakupan pengawasan ini meliputi pemantauan di bandara, ketaatan operasional Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga kepulangan dari Tanah Suci.
Soekarno-Hatta & Bandara Strategis Jadi Prioritas Pemantauan
Urgensi pembentukan tim pengawas ini didasari oleh volume pergerakan jemaah yang sangat masif. Berdasarkan data Ditjen PPHU, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 3.900 hingga 4.500 jemaah umrah setiap harinya. Secara akumulatif, total jemaah umroh asal Indonesia diperkirakan mencapai 2 juta hingga 2,5 juta orang per tahun.
Selain Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang/Jakarta), Kemenhaj membidik sejumlah embarkasi dan jalur pergerakan jemaah lainnya di seluruh Indonesia:
- Jalur Udara: Surabaya, Lombok, Makassar, Banjarmasin, Kalimantan Timur, Medan, Aceh, dan Batam.
- Jalur Laut & Transit: Pengawasan jalur pelayaran kapal feri serta rute transit penerbangan via Singapura.
Wujudkan Perjalanan Umrah Aman & Nyaman Bersama PT. Alzam Amanah Baitullah
Kejelasan izin resmi, kepastian tiket penerbangan, transparansi hotel, serta pendampingan manasik sesuai sunnah adalah garansi utama kami dalam mengawal perjalanan suci Anda.
Percayakan ibadah Umrah dan Haji Khusus Anda bersama travel terpercaya. Dapatkan konsultasi pendaftaran resmi serta informasi paket promo terbaru melalui WhatsApp Customer Service di 081222876800.