Kemunculan baboon di Riyadh dikaitkan dengan praktik ilegal memelihara dan melepasliarkan satwa liar. Pusat Konservasi Satwa Liar Nasional telah mengambil tindakan tegas.
📍 Riyadh, 21 Juli 2025 — Sebuah video viral yang menunjukkan sejumlah baboon berkeliaran di wilayah Riyadh telah menarik perhatian publik dan pihak berwenang. Menanggapi hal tersebut, Pusat Konservasi Satwa Liar Nasional (National Center for Wildlife) mengonfirmasi bahwa fenomena ini sedang dipantau dan ditangani secara serius.
Dalam pernyataan resminya, pihak pusat menjelaskan bahwa kemunculan baboon tersebut bukanlah kejadian alami, melainkan akibat dari praktik ilegal memelihara satwa liar yang kemudian dilepasliarkan ke alam terbuka oleh pemiliknya.
“Hewan-hewan ini tidak berasal dari habitat alami di wilayah Riyadh. Mereka diduga dilepas setelah sebelumnya dipelihara secara ilegal,” jelas juru bicara dari Pusat Konservasi Satwa Liar.
Pihak berwenang telah berhasil menangani sebagian besar kasus ini, dan langkah-langkah lanjutan masih terus dijalankan untuk memastikan tidak ada gangguan lebih lanjut terhadap ekosistem lokal dan keamanan masyarakat.
Pusat konservasi juga mengingatkan bahaya dari memelihara hewan liar, termasuk potensi penularan penyakit, kerusakan ekosistem, hingga risiko terhadap keselamatan manusia.
Masyarakat dihimbau untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa melalui hotline resmi pusat konservasi. Pelaporan dari masyarakat akan sangat membantu dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian satwa liar yang lepas kendali.
🎥 Video viral yang beredar memperlihatkan sekelompok baboon berkeliaran di salah satu lembah di kawasan Riyadh, yang memicu kepanikan dan keprihatinan warga.
Kesimpulan:
Fenomena ini menjadi peringatan penting bahwa memelihara hewan liar bukan hanya ilegal, tapi juga berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi antara otoritas dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.



