PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Evaluasi Layanan Haji di Arab Saudi 2025: Diryan LN Tegaskan Prinsip Adaptif, Inovatif, dan Berkelanjutan

Bekasi, 23 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama menggelar forum evaluasi layanan haji luar negeri dengan mengangkat tema “Beyond Routine”.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri (Diryan LN) Muchlis M. Hanafi menegaskan bahwa evaluasi kali ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi momen penting untuk merumuskan arah layanan ke depan dengan tiga prinsip utama: adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.


Layanan Haji 2025: Transisi dan Perubahan Dinamis

Muchlis mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan pertama kalinya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia melibatkan dua institusi — Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Haji (BPH) yang sedang dalam proses transisi. Oleh sebab itu, prinsip adaptif menjadi sangat penting untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan Arab Saudi yang dinamis.

“Di tahun 2025, perubahan kebijakan di Saudi sangat cepat dan kadang tidak terduga. Kita harus sigap dan fleksibel,” jelas Muchlis saat membuka forum evaluasi di Bekasi, Selasa malam (22/7/2025).


Inovasi Layanan Haji 2025: Dari Bumbu Nusantara hingga Murur

Inovasi menjadi pilar kedua yang ditekankan oleh Muchlis. Beberapa terobosan yang dijalankan tahun ini antara lain:

  • Ekspor bumbu nusantara ke Arab Saudi untuk menjawab selera kuliner jemaah
  • Distribusi makanan siap saji (Ready-to-Eat) pada fase puncak haji
  • Peningkatan kuota layanan murur dari 51.000 menjadi 59.000 jemaah

Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan kenyamanan dan kepuasan jemaah selama melaksanakan ibadah haji, terutama pada fase Armuzna yang paling krusial.


Menjaga Keberlanjutan Pelayanan Haji

Pilar ketiga yang ditekankan Muchlis adalah berkelanjutan (sustainability). Ia menekankan bahwa sistem pelayanan haji tidak boleh bergantung pada figur atau instansi tertentu.

“Kalau sistem sudah dibangun dengan baik, siapapun penyelenggaranya akan bisa menjaga kualitas dan kontinuitas layanan,” tegasnya.


Forum Evaluasi: Bukan Sekadar Rutinitas

Muchlis berharap forum evaluasi ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan semata, melainkan wadah untuk refleksi, kritik konstruktif, dan transformasi nyata dalam meningkatkan pelayanan haji.


Hadir dalam Forum Evaluasi Haji:

  • Ali Machzumi – Kasubdit Akomodasi Haji
  • Sutikno – Kasubdit Katering Haji
  • Mujib Roni – Kasubdit Transportasi Haji
  • Zulkarnain Nasution – Kasubbag TU Direktorat Pelayanan Haji LN
  • Perwakilan dari Badan Penyelenggara Haji RI dan pelaksana layanan haji luar negeri

Forum evaluasi ini digelar selama tiga hari dari 22 hingga 24 Juli 2025.


Meta Description (untuk SEO):

Diryan LN Kemenag evaluasi layanan haji Indonesia 2025 di Arab Saudi, tekankan prinsip adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Fokus pada transformasi layanan jemaah.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top