PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Evaluasi Haji 2025: Kepala BP Haji Tegaskan Komitmen Perbaikan Lewat Semangat “5BPH”

Tangerang, 29 Juli 2025 — Dalam pembukaan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 H/2025 M, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Mochammad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya menjadikan evaluasi sebagai momentum muhasabah kolektif. Segala kelebihan dijadikan penyemangat, dan kekurangan menjadi ruang untuk pembenahan.

“Kelebihan, sekecil apa pun, akan kami terima sebagai penyemangat. Kekurangan pun, sekecil apa pun, akan kami perbaiki,” ujar Gus Irfan, sapaan akrab Kepala BP Haji, dalam sambutannya di Atria Hotel, Tangerang (28/7).


Evaluasi Sebagai Titik Tolak, Bukan Ajang Saling Menyalahkan

Gus Irfan menegaskan, forum evaluasi bukanlah tempat mencari-cari kesalahan, melainkan sarana bersama untuk memperkuat sistem dan pelayanan. Ia juga menyambut baik masukan dari Kedutaan Besar Arab Saudi serta Tim Pengawas Haji DPR RI.

“Masukan dari berbagai pihak, termasuk Kedubes dan DPR, kami jadikan bekal penting untuk menyempurnakan penyelenggaraan haji ke depan,” katanya.

Ia menilai bahwa kata “legacy” dalam tema Rakernas adalah amanah besar dari negara.

“Bagi saya, legacy adalah amanah dari Presiden untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.”


Tahun 2026 Jadi Masa Pengalihan Penuh Kewenangan ke BP Haji

Gus Irfan menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan masa transisi, sedangkan tahun 2026 menjadi tahun pengalihan penuh, termasuk pengalihan sumber daya manusia dari Kemenag ke BP Haji.

“Pengalihan ini tidak instan. Tapi kami berkomitmen untuk terus melangkah dengan tanggung jawab dan keterbukaan,” ujarnya.


Formula “5BPH”: Inovasi, Progres, dan Harapan Baru untuk Haji Indonesia

Kesuksesan Haji 2025 dirangkum oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam formula 5BPH:
5B (terobosan baru), 5P (progres kemajuan), dan 5H (harapan ke depan).

5 Terobosan Baru (5B):

  1. Penurunan rerata BPIH dari Rp93,4 juta menjadi Rp89,4 juta
  2. Penerapan skema layanan haji untuk cegah monopoli (libatkan 8 syarikah)
  3. Publikasi awal daftar jemaah haji khusus berhak lunas
  4. Pembayaran Dam melalui Adahi dan Baznas
  5. Pelibatan 3 maskapai: Garuda, Saudia Airlines, Lion Air

5 Progres Penting (5P):

  1. Ekspor bumbu nusantara untuk konsumsi jemaah hingga 450 ton
  2. Pengembangan skema murur
  3. Optimalisasi aplikasi pelaporan cepat Kawal Haji
  4. Layanan Fast Track di 3 embarkasi
  5. Pengembangan Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu)

5 Harapan (5H) Menag untuk Masa Depan Haji:

  1. Percepatan regulasi haji
  2. Transisi kelembagaan yang cepat
  3. Transformasi layanan adaptif dan responsif
  4. Penguatan istitha’ah kesehatan
  5. Haji yang berdampak spiritual, sosial, dan ekonomi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top