RIYADH – Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi secara resmi menetapkan tujuh lokasi baru untuk pengembangan kompleks pertambangan di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan tata kelola sektor mineral.
Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis Arab Saudi untuk memperkuat sektor pertambangan sebagai pilar ekonomi non-migas.
Lokasi Kompleks Pertambangan Baru
Juru bicara kementerian, Jarrah Al-Jarrah, merinci lokasi-lokasi baru tersebut:
Wilayah Riyadh:
- Tamir 2 di Al-Majma’ah – 1,99 km²
- Lokasi di Afif – 10,38 km²
- Kompleks Tayri di Rumah – 37,88 km²
- Dawadmi 6 – 30,62 km²
Wilayah Makkah:
- Kompleks East Faydat Al-Musallam di Taif – 25 km²
Wilayah Asir:
- Perluasan kompleks Al-Hadbah dan Al-Qurain di Bisha – total luas menjadi 72,78 km²
Wilayah Al-Baha:
- Kompleks baru di utara Wadi Al-Hijrah, Al-Hijrah Governorate – 0,66 km²
Mendorong Transparansi, Investasi, dan Keberlanjutan
Menurut Al-Jarrah, penetapan lokasi ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan transparansi dan tata kelola sektor pertambangan
- Menarik investor melalui kepastian hukum dan area yang siap digarap
- Mencegah eksploitasi liar dan pelanggaran wilayah izin tambang
Lebih dari itu, langkah ini juga selaras dengan Undang-Undang Investasi Pertambangan Arab Saudi, yang mengedepankan:
- Standar lingkungan, kesehatan, dan keselamatan
- Partisipasi komunitas lokal
- Pemulihan lahan tambang pasca-ekploitasi melalui program reklamasi dan penutupan
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kompleks-kompleks ini diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan wilayah, dengan menciptakan:
- Lapangan pekerjaan baru
- Peningkatan penggunaan produk dan jasa lokal (local procurement)
- Pertumbuhan berkelanjutan di sektor pertambangan nasional



