Kerja sama penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M resmi dimulai. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi di Jeddah, pada Selasa (11/11/2025).
Momen bersejarah ini dilakukan dalam rangkaian Konferensi dan Pameran Haji Internasional ke-5, dan menjadi langkah awal persiapan panjang menjelang musim haji tahun depan.
“Kita telah membahas berbagai hal penting, mulai dari kesehatan jamaah, pelaksanaan dam, hingga sinkronisasi data layanan. Tahun ini Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221.000 jamaah,” ujar Menhaj RI Mochamad Irfan Yusuf usai penandatanganan kesepakatan.
🔍 Fokus Kerja Sama: Kesehatan, Dam, dan Data Jamaah
Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah peningkatan standar kesehatan jamaah (istitha‘ah). Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa hanya jamaah yang benar-benar sehat dan memenuhi syarat medis yang akan diberangkatkan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah Indonesia akan memperketat pemeriksaan kesehatan haji melalui rumah sakit dan klinik yang telah ditunjuk, guna memastikan seluruh calon jamaah dalam kondisi prima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selain itu, sistem pembayaran dam juga akan dikelola secara resmi dan transparan melalui lembaga Adahi dan platform digital Nusuk Masar, sehingga jamaah tidak lagi khawatir soal keabsahan dan keamanannya.
🌐 Integrasi Data dan Penguatan Koordinasi
Kerja sama juga mencakup integrasi sistem data jamaah yang meliputi kloter, penerbangan, akomodasi, hingga transportasi selama di Arab Saudi. Beberapa syarikah (perusahaan layanan haji asal Saudi) bahkan telah membuka kantor cabang di Indonesia untuk memperkuat koordinasi teknis.
Langkah ini diharapkan membuat proses pelayanan haji Indonesia menjadi lebih efisien, transparan, dan terkoordinasi, baik dari tahap keberangkatan hingga kepulangan.
“Keberhasilan haji Indonesia adalah bagian dari keberhasilan haji dunia,” tegas perwakilan Kemenhaj Arab Saudi dalam pertemuan tersebut.
🕋 Komitmen Bersama untuk Haji 2026 yang Lebih Baik
Dengan MoU ini, kedua negara sepakat menjadikan penyelenggaraan haji 2026 sebagai momentum peningkatan kualitas layanan dan pengalaman jamaah.
Sinergi antara Indonesia dan Arab Saudi diharapkan dapat menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih aman, tertib, sehat, dan nyaman bagi seluruh tamu Allah.
Bagi calon jamaah yang mulai mempersiapkan diri untuk musim haji mendatang, pastikan memilih penyelenggara resmi dan berizin, agar perjalanan ibadah berjalan sesuai ketentuan dan mendapat bimbingan yang benar.
Di Alzam Tour, kami terus mengikuti perkembangan resmi dari Kemenhaj dan siap membantu jamaah dalam setiap tahap persiapan ibadah suci ini. 🌙



