Riyadh, 25 Juni 2025 — Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi memprediksi bahwa musim panas tahun ini akan mengalami kenaikan suhu permukaan yang signifikan di sebagian besar wilayah Kerajaan. Khusus untuk bulan Agustus, suhu di sejumlah daerah diperkirakan mencapai 1,2 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata normal.
Dalam laporan yang dirilis hari Rabu, NCM menyebutkan bahwa wilayah Riyadh, Qassim, Hail, Provinsi Timur (Eastern Province), dan Perbatasan Utara akan mengalami kenaikan suhu sekitar 1°C dibanding suhu rata-rata historis.
Namun, beberapa area seperti Al-Jouf, Hail, Qassim, Tabuk, dan sebagian Provinsi Timur diprediksi akan menjadi yang paling panas, dengan kenaikan hingga 1,2°C selama bulan Agustus 2025.
Curah Hujan di Atas Rata-Rata di Bagian Barat dan Selatan
Meskipun suhu meningkat, kabar baik datang dari sisi curah hujan. Juli dan Agustus diperkirakan akan membawa hujan di atas rata-rata di wilayah Jazan, Al-Baha, Najran, Asir, serta sebagian Madinah dan Makkah, terutama di bagian barat daya Kerajaan.
Sementara itu, wilayah Riyadh dan area lain di tengah dan utara diperkirakan akan mengalami curah hujan sesuai dengan rata-rata musimannya.
Waspada dan Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
NCM mengimbau warga dan pendatang di Arab Saudi untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, terutama selama musim panas yang berpotensi lebih panas dari biasanya. Pemerintah daerah juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi lonjakan suhu dan kemungkinan bencana terkait iklim, seperti kekeringan atau banjir mendadak.



