PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Menteri Haji Arab Saudi Umumkan 8 Aturan Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026

ALZAMTOUR.COM – Pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah, secara resmi mengumumkan delapan ketentuan baru yang wajib dipatuhi seluruh negara pengirim jemaah untuk musim Haji 2026 (1447 H).

Aturan ini disampaikan dalam pertemuan semi-tahunan bersama pejabat urusan haji dari berbagai negara Islam, yang digelar di sela-sela Konferensi dan Pameran Haji edisi kelima di Jeddah, Senin (10/11).


🕋 8 Ketentuan Baru Haji 2026

Dalam paparannya, Al-Rabiah menjelaskan bahwa regulasi baru ini disusun untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan pelaksanaan ibadah haji. Berikut delapan poin penting yang diumumkan:

  1. Kontrak layanan tenda (masyair) wajib diselesaikan sebelum 15 Rajab 1447 H (4 Januari 2026).
    Sementara itu, kontrak akomodasi di Makkah dan Madinah harus rampung paling lambat 13 Syaban (1 Februari 2026).
  2. Pengajuan visa haji wajib dilakukan sebelum 1 Syawal (20 April 2026) dan tidak dapat diperpanjang setelah tenggat tersebut.
  3. Setiap calon jemaah harus memiliki sertifikat kemampuan kesehatan yang ditandatangani oleh kepala kantor haji dan pimpinan tim medis, serta diverifikasi melalui platform elektronik Masar.
  4. Pembayaran hewan kurban (Hady dan Adahi) hanya boleh dilakukan melalui kantor haji resmi dan proyek resmi pemerintah Saudi. Kerja sama dengan pihak tidak berizin dilarang keras.
  5. Kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk masuk ke Masjidil Haram, Arafah, dan seluruh lokasi suci lainnya.
  6. Data administrasi, medis, dan media jemaah harus mulai diunggah sejak 19 Jumada Al-Awwal (10 November 2025) dan diselesaikan sebelum 1 Rajab (21 Desember 2025).
  7. Pemilihan maskapai dan jadwal penerbangan harus ditetapkan sebelum 15 Rajab (4 Januari 2026) untuk memastikan koordinasi yang lebih baik.
  8. Seluruh transaksi administratif dan keuangan wajib dilakukan melalui platform digital Nusuk Masar, guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

🌍 Meningkatkan Kualitas Pelayanan Jemaah

Menurut Al-Rabiah, langkah-langkah ini dirancang untuk memperkuat koordinasi antar negara, sekaligus memastikan setiap aspek pelayanan bagi jemaah dilaksanakan dengan profesionalisme, akurasi, dan inovasi.

“Kebijakan ini mencerminkan peran kepemimpinan Kerajaan dalam melayani para jemaah dari seluruh dunia dengan profesionalisme dan inovasi,”
Tawfiq Al-Rabiah, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.


📈 Menuju Penyelenggaraan Haji yang Lebih Efisien

Dengan penerapan delapan ketentuan baru tersebut, Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam menjadikan Haji 2026 lebih tertib, aman, dan efisien.
Kebijakan ini sekaligus memperkuat reputasi Kerajaan sebagai pusat pelayanan haji terbaik di dunia, serta memberi jaminan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi jutaan tamu Allah dari seluruh penjuru dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top