Konsultasi WA

Saudi Terapkan Sistem Makam Tumpuk bagi Jemaah Haji dan Umrah, Ini Penjelasan dan Alasannya

Tak banyak yang tahu, di balik kemegahan Makkah dan ketenangan Madinah, ada sisi lain yang menyentuh — sistem pemakaman di Arab Saudi yang sederhana namun penuh makna. Negara ini telah lama menerapkan sistem makam vertikal atau dikenal sebagai “makam tumpuk”, khususnya bagi jemaah haji dan umrah yang wafat di Tanah Suci.

Berbeda dengan banyak negara Muslim lain, makam di Saudi dibuat tanpa nisan nama atau hiasan. Hanya hamparan tanah dan batu kecil sebagai penanda. Kesederhanaan ini bukan tanpa alasan — ia mencerminkan ajaran Islam tentang kesetaraan di hadapan Allah serta mencegah pengagungan kuburan.


🕋 Keterbatasan Lahan & Banyaknya Jenazah Jamaah

Setiap tahun, jutaan jemaah datang ke Makkah dan Madinah. Sebagian di antaranya wafat saat menunaikan ibadah. Karena lahan pemakaman terbatas, pemerintah Saudi menerapkan konsep reuse graves atau pemakaman ulang — bukan berarti menumpuk jenazah, tetapi menggunakan kembali lahan setelah jasad sebelumnya benar-benar terurai secara alami.

Menurut laporan Arab News, para penggali makam biasanya memeriksa kembali kuburan setelah sekitar dua tahun. Jika jasad telah terurai, tulang-tulang dipindahkan ke tempat penyimpanan khusus, dan makam dapat digunakan kembali. Jika belum, dibiarkan hingga waktu yang lebih lama.


🌿 Dua Pemakaman Paling Suci di Dunia Islam

Dua kompleks pemakaman utama di Arab Saudi, Jannat al-Mu‘allā (Makkah) dan Jannat al-Baqī‘ (Madinah), menjadi bukti nyata dari kesederhanaan tersebut.

  • Jannat al-Mu‘allā: tempat dimakamkannya keluarga Nabi Muhammad ﷺ, termasuk Sayyidah Khadijah.
  • Jannat al-Baqī‘: tempat peristirahatan banyak sahabat Nabi dan ulama besar.

Keduanya tampak polos — tanpa batu nisan, tanpa nama, dan tanpa bangunan mewah. Semuanya mencerminkan ketundukan dan kesetaraan di hadapan Sang Pencipta.


⚖️ Aturan Pemerintah & Fatwa Ulama

Sistem pemakaman diatur oleh Kementerian Urusan Munisipal dan Perumahan (MoMRAH) yang menetapkan pedoman teknis, termasuk larangan nisan mewah dan pengawasan terhadap tata kelola pemakaman.

Layanan publik seperti Balady/Ikram juga mengatur izin pemakaman untuk warga asing, termasuk jemaah haji dan umrah. Prosesnya cepat — biasanya penguburan dilakukan dalam hitungan jam, sesuai tuntunan syariat Islam.

Mayoritas ulama fikih sepakat, membuka kembali makam diperbolehkan jika jasad telah benar-benar terurai. Hal ini termasuk dalam kategori darurat ketika lahan pemakaman sangat terbatas. Fatwa lembaga seperti IslamQA, SeekersGuidance, dan Syaikh Bin Baz juga menegaskan hal serupa: kehormatan jenazah harus dijaga, namun efisiensi lahan adalah kebutuhan syar’i.


🌙 Makna Sosial dan Nilai Kesederhanaan

Bagi masyarakat Saudi, sistem ini sudah menjadi bagian dari budaya dan kesadaran sosial. Mereka memandang pemakaman tanpa nama bukan sebagai bentuk pengabaian, tapi justru tanda ketaatan dan kerendahan hati di hadapan Allah.

Bagi jemaah yang wafat di Tanah Suci, dimakamkan di Makkah atau Madinah adalah anugerah yang mulia. Sementara bagi pemerintah, sistem makam tumpuk menjadi solusi antara keterbatasan ruang, kesucian tempat, dan kebijakan syariat Islam yang penuh hikmah.

Leave a Comment