Riyadh, Arab Saudi — Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian Abdulrahman Alfadley menerima sertifikat resmi dari World Organization for Animal Health (WOAH) yang menyatakan bahwa Arab Saudi bebas dari African Horse Sickness (AHS). Penyerahan sertifikat berlangsung pada Kamis (28/8) di kantor kementerian di Riyadh.
Dalam kesempatan tersebut, Alfadley juga memberikan penghargaan kepada tim dari National Center for the Prevention and Control of Plant and Animal Pests (Weqaa) yang telah menyusun berkas kelayakan hingga Arab Saudi berhasil memperoleh pengakuan ini. Acara turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Dr. Suliman Al-Khateeb serta Presiden & CEO Weqaa Eng. Ayman Al-Ghamdi.
Pengakuan Internasional dari Paris
Sertifikat ini diberikan setelah Arab Saudi mendapatkan pengakuan resmi pada Sidang Umum ke-92 WOAH di Paris, yang diikuti oleh 182 negara anggota. Delegasi Kerajaan dipimpin oleh Dr. Sanad Al-Harbi, Kepala Sektor Kesehatan Hewan di Weqaa.
Langkah Strategis untuk Kesehatan Hewan dan Industri Equestrian
Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor veteriner, peningkatan standar kesehatan hewan, sekaligus mendukung kompetisi equestrian internasional yang rutin digelar di Kerajaan. Selain itu, langkah ini memperkuat kesiapsiagaan nasional, modernisasi metode pengendalian penyakit hewan, hingga pembaruan rencana kontinjensi sesuai standar internasional.
Tentang Penyakit African Horse Sickness
African Horse Sickness (AHS) adalah penyakit virus serius yang ditularkan melalui serangga (midge) dan menyerang kuda, keledai, bagal, hingga zebra. Penyakit ini memiliki tingkat kematian tinggi pada kuda, dengan gejala mulai dari demam ringan hingga kematian mendadak akibat gangguan pernapasan dan sistem peredaran darah.
Penyakit ini endemik di Afrika, namun berpotensi menyebar ke benua lain. Pencegahannya dilakukan melalui vaksinasi, perlindungan hewan dari gigitan serangga, serta pembatasan pergerakan hewan.
Dengan sertifikasi ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam melindungi kesehatan hewan dan manusia, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya peternakan di dalam negeri.
Sumber: saudigazette.com.sa



