Riyadh, 23 Juni 2025 — Pemerintah Arab Saudi, melalui Kementerian Luar Negeri, mengutuk keras serangan teroris mematikan yang terjadi di sebuah gereja di kawasan Dweila, Damaskus, ibu kota Suriah. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas dan 63 lainnya terluka, menurut laporan Kementerian Kesehatan Suriah.
Dalam pernyataan resminya, Kerajaan Arab Saudi menegaskan penolakannya yang tegas terhadap segala bentuk kekerasan, terorisme, dan ekstremisme, terutama yang menargetkan tempat-tempat ibadah dan warga sipil tak berdosa.
Solidaritas dan Duka Cita untuk Rakyat Suriah
Kerajaan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban, serta kepada pemerintah dan rakyat Suriah atas tragedi kemanusiaan ini. Arab Saudi juga mendoakan kesembuhan bagi para korban luka-luka yang saat ini tengah menjalani perawatan.
“Penargetan rumah ibadah merupakan tindakan tercela dan bertentangan dengan semua prinsip agama dan kemanusiaan,” tegas pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi, sambil menegaskan kembali komitmen Kerajaan untuk mendukung upaya internasional memerangi terorisme.
Kronologi Serangan
Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Suriah, pelaku menyerang Jemaat Gereja Ortodoks Yunani Nabi Ilyas di tengah ibadah malam Minggu. Pelaku melepaskan tembakan sebelum akhirnya meledakkan rompi bom bunuh diri, menyebabkan kehancuran besar dan jatuhnya korban jiwa.
Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Damaskus dan kembali memicu keprihatinan global atas keamanan tempat ibadah di wilayah konflik.



