Melempar jumrah merupakan salah satu wajib haji yang dilaksanakan di Mina, Arab Saudi. Amalan ini dilakukan dengan melempar batu kerikil ke tiga pilar jumrah—yaitu Jumrah Ula (Sughra), Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah (Kubra)—sesuai dengan waktu dan ketentuan yang ditetapkan dalam manasik haji.
Selain memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam melawan bisikan setan, ibadah ini menuntut pemahaman tata cara yang benar, bacaan doa yang sesuai sunnah, serta adab menjaga keselamatan diri dan jemaah lain.
Bacaan Doa Saat Melempar Kerikil
Berdasarkan hadis riwayat Al-Bukhari dari sahabat Abdullah bin Umar RA, bacaan utama yang dianjurkan Rasulullah SAW saat melempar setiap butir kerikil adalah takbir.
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar.
Artinya: “Allah Mahabesar.”
Ketentuan: Takbir ini diucapkan satu kali pada setiap lemparan kerikil. Karena setiap tempat jumrah dilempar dengan 7 butir kerikil secara terpisah (satu per satu), maka takbir dibaca sebanyak 7 kali pada masing-masing tempat jumrah.
Doa Setelah Melempar Jumrah Ula dan Wusta
Setelah menyelesaikan 7 lemparan di Jumrah Ula dan Jumrah Wusta, Rasulullah SAW biasanya bergerak sedikit ke area yang lebih lapang, menghadap kiblat, lalu berdiri cukup lama untuk memanjatkan doa dengan penuh khusyuk.
Jemaah bebas memanjatkan doa hajat apa saja. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah Doa Sapu Jagat dari Surah Al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Catatan Penting: Khusus setelah melempar Jumrah Aqabah, Rasulullah SAW langsung berlalu dan tidak berdiri untuk berdoa sebagaimana pada Jumrah Ula dan Wusta.
Urutan dan Waktu Pelaksanaan Lempar Jumrah
- Tanggal 10 Zulhijah (Hari Nahar): Jemaah hanya melempar Jumrah Aqabah sebanyak 7 kerikil, lalu dilanjutkan dengan tahallul awal.
- Tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah (Hari Tasyrik): Jemaah melempar ketiga jumrah secara berurutan:
- Pertama: Jumrah Ula (7 kerikil + takbir + berdoa menghadap kiblat)
- Kedua: Jumrah Wusta (7 kerikil + takbir + berdoa menghadap kiblat)
- Ketiga: Jumrah Aqabah (7 kerikil + takbir, lalu berlalu tanpa berdiri berdoa)
Adab Pelaksanaan di Lapangan
- Tidak Terburu-buru: Mengingat padatnya area jamarat, jemaah diimbau mengikuti jadwal lempar (jadwal tarmi) yang ditetapkan pemerintah dan petugas kloter.
- Tidak Melempar Sekaligus: Kerikil wajib dilempar satu per satu, bukan tujuh kerikil dilempar bersamaan dalam satu genggaman.
- Menjaga Keselamatan: Dilarang menggunakan batu besar, sandal, atau benda berbahaya lain, serta dilarang saling dorong yang dapat membahayakan keselamatan jemaah lain.
Bimbingan Ibadah Khusyuk dan Sesuai Sunnah Bersama PT. Alzam Amanah Baitullah
Pemahaman manasik yang mendalam, pendampingan ustaz pembimbing berpengalaman, serta pelayanan prima adalah prioritas utama kami dalam mengawal perjalanan suci Anda di Tanah Suci.
Dapatkan bimbingan manasik komprehensif, informasi paket umrah promo, dan konsultasi pendaftaran Haji Khusus resmi sekarang juga melalui WhatsApp Customer Service di 081222876800.