Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menegaskan bahwa Musyawarah Kerja (Muker) II tahun 2026 bukan hanya ajang seremonial tahunan. Acara yang akan berlangsung pada 26–27 Januari 2026 di Trans Luxury Hotel Bandung ini dirancang sebagai forum strategis untuk membahas langsung berbagai tantangan nyata yang dihadapi industri penyelenggara haji dan umrah.
Muker tahun ini mengusung pendekatan baru yang fokus pada pemecahan masalah, bukan sekadar laporan dan ketukan palu formal.
Pendekatan Baru: Muker yang Lebih “Daging”
Ketua OC Muker HIMPUH II, Ibob Cahyadi, menegaskan bahwa forum tahun ini disiapkan secara berbeda. Tujuannya jelas: menghadirkan pembahasan yang lebih relevan dan memberikan solusi konkret bagi PPIU dan PIHK yang bernaung di bawah HIMPUH.
“Kita tidak ingin Muker ini sekadar formalitas. Kami ingin ia menjadi wadah yang benar-benar memberikan jawaban atas tantangan pelik yang kita hadapi,” ujar Ibob.
Pendekatan baru ini hadir karena industri haji–umrah saat ini menghadapi tekanan besar, mulai dari transformasi digital hingga meningkatnya kebutuhan jamaah yang makin dinamis.
Dua Narasumber Utama: Transformasi Organisasi & Inovasi Layanan
Untuk memperkuat substansi forum, panitia menghadirkan narasumber kelas nasional dan praktisi digital, yakni:
1. Prof. Rhenald Kasali, Ph.D
Seorang pakar transformasi organisasi dan inovasi yang dikenal luas di Indonesia. Ia akan membahas bagaimana penyelenggara umrah harus beradaptasi dengan perubahan industri serta mengubah tantangan menjadi peluang.
2. Tim Mahir Digital
Akan mengulas strategi adaptasi teknologi, digitalisasi layanan, dan model bisnis modern yang relevan dengan kebutuhan jamaah masa kini.
Materi dari kedua narasumber ini diproyeksikan membantu anggota HIMPUH memahami arah perkembangan industri sekaligus meningkatkan daya saing usaha mereka.
Forum Strategis untuk Pengembangan PPIU–PIHK
Menurut Ibob, wawasan yang dibawakan dalam Muker II HIMPUH 2026 sangat penting bagi penyelenggara ibadah umrah dan haji yang kini dihadapkan pada persaingan sengit, perkembangan teknologi, serta ekspektasi jamaah yang semakin tinggi.
“Harapan kami, seluruh anggota HIMPUH bisa hadir, mengisi forum ini, dan membawa pulang manfaat yang nyata untuk pengembangan usaha dan layanan mereka,” jelasnya.
Muker HIMPUH II: Ruang Diskusi dan Arah Baru Organisasi
Muker tahun ini diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk:
- Diskusi mendalam mengenai isu operasional umrah dan haji
- Pembelajaran dari para ahli tentang transformasi organisasi
- Penyusunan langkah konkret untuk memperkuat peran HIMPUH ke depan
- Kolaborasi antarpengurus dan anggota demi peningkatan kualitas layanan
Dengan konsep yang lebih padat, terukur, dan relevan, Muker II HIMPUH 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi HIMPUH untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem haji–umrah modern.



