Konsultasi WA

Musim Umrah Memasuki Fase Kritis

Menjelang berakhirnya musim umrah 1446–1447 H, berbagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Indonesia diminta semakin waspada. Pemerintah Arab Saudi mulai melakukan penyesuaian layanan secara bertahap, terutama menjelang persiapan haji, yang dapat berdampak langsung pada proses pengajuan visa, keberangkatan jamaah, hingga pelayanan darat.

Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (HIMPUH) menegaskan bahwa fase akhir musim umrah adalah periode paling sensitif dan berisiko. Sedikit keterlambatan dalam pengajuan dapat berujung pada pembatalan keberangkatan karena kuota yang ditutup, layanan sistem yang dihentikan, atau berhentinya operasional transportasi dan akomodasi.


HIMPUH: Ajukan Visa Paling Lambat 15 Ramadhan 1447 H

Dalam keterangan resminya, HIMPUH memberikan peringatan khusus terutama bagi PPIU yang memiliki rombongan keberangkatan pada musim Syawal. Batas aman pengajuan visa direkomendasikan maksimal 15 Ramadhan 1447 H, untuk menghindari risiko terjebak pada pengetatan kuota atau penutupan sistem di akhir musim.

“Seluruh PPIU, terutama anggota HIMPUH yang memiliki group keberangkatan Syawal, kami imbau mengajukan visa paling lambat 15 Ramadhan 1447 H. Ini batas aman agar tidak terdampak diberlakukannya kuota atau penutupan sistem di akhir musim,” tulis HIMPUH dalam pernyataannya pada Senin (8/12/2025).


Kalender Resmi Umrah 1447 H yang Harus Diperhatikan PPIU

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan jadwal penting terkait penutupan layanan musim umrah. Berikut poin-poin yang wajib dicatat oleh PPIU:

1. Batas Akhir Penerbitan Visa Umrah

1 Syawal 1447 H (20 Maret 2026)

2. Batas Akhir Kedatangan Jamaah di Arab Saudi

15 Syawal 1447 H (3 April 2026)

3. Batas Akhir Keberangkatan Jamaah

1 Dzulqaidah 1447 H (18 April 2026)

4. Batas Akhir Pengajuan Kualifikasi Agen Eksternal & Kontrak

1 Sya’ban 1447 H (20 Januari 2026)

Penutupan bertahap ini merupakan pola tahunan pemerintah Saudi untuk memastikan persiapan ibadah haji berjalan aman dan lancar. Namun pada musim ini, dampaknya diprediksi lebih signifikan mengingat jumlah jamaah umrah yang meningkat tajam.


PPIU Diminta Siap Hadapi Lonjakan Pengguna Layanan

Dengan tingginya volume jamaah, HIMPUH menekankan pentingnya kesiapan PPIU dalam mengatur jadwal keberangkatan, pengurusan dokumen, hingga mengantisipasi perubahan kebijakan Saudi. Langkah proaktif dapat membantu mencegah kendala operasional yang berdampak pada jamaah.

Pengetatan akhir musim bukan hanya tentang administrasi visa, tetapi juga menyangkut kelancaran akomodasi, transportasi, layanan darat, dan berbagai fasilitas pendukung jamaah lainnya.

Leave a Comment