Bagi jemaah haji dan umroh yang berkesempatan mengunjungi Ka’bah di Masjidil Haram, Multazam merupakan salah satu lokasi paling mendalam dan sakral. Dikenal sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk memanjatkan doa, Multazam menjadi tujuan setiap hamba untuk merendahkan diri, memohon ampunan, serta menyampaikan hajat hidup dunia dan akhirat kepada Allah SWT.
Letak dan Makna Bahasa Multazam
Mengutip penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta situs resmi pengelola Dua Masjid Suci (Alharamain), Multazam adalah area dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah pada sisi sebelah timur.
Secara bahasa, kata Multazam berasal dari istilah iltazama yang berarti “melekat” atau “menempel”. Penamaan ini sangat erat kaitannya dengan sunnah dan kebiasaan jemaah yang mendekatkan dada, wajah, serta menempelkan telapak tangan ke dinding Ka’bah saat berdoa.
Dalil Keutamaan dan Hadis Doa di Multazam
Keistimewaan Multazam sebagai tempat dikabulkannya doa bersumber dari riwayat sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat yang dirilis oleh Imam Al-Baihaqi dari sahabat Abdullah bin Abbas RA:
مَا بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ يُدْعَى الْمُلْتَزَمَ لَا يَلْزَمُ مَا بَيْنَهُمَا أَحَدٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Mā bainar-rukni wal-bābi yud‘al-multazamu, lā yalzamu mā bainahumā ahadun yas’alullāha syai’an illā a‘thāhu iyyāh.
Artinya: “Area antara rukun (Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah di tempat itu meminta sesuatu, kecuali Allah akan memberinya.”
Selain itu, dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin Amr RA, diceritakan bahwa Rasulullah SAW menempelkan dada, wajah, kedua lengan, serta membentangkan kedua telapak tangannya di dinding Multazam saat memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.
Tata Cara dan Adab Berdoa di Multazam
Para ulama seperti Imam Syafi’i (dalam kitab Al-Umm) dan Imam An-Nawawi (dalam Al-Adzkar) menganjurkan jemaah untuk mendatangi Multazam, terutama setelah menyelesaikan rangkaian ibadah atau saat melaksanakan tawaf wada (perpisahan).
Adab yang Perlu Diperhatikan Jemaah:
- Niat & Khusyuk: Menghadap dinding Ka’bah dengan penuh kerendahan hati, mengakui segala dosa, dan memohon ampunan.
- Tidak Ada Doa Khusus: Jemaah bebas memanjatkan doa apa saja menggunakan bahasa Arab maupun bahasa ibu yang dipahami.
- Mengutamakan Keselamatan & Ketertiban: Keinginan meraih sunnah mendekati Multazam tidak boleh dilakukan dengan cara saling dorong, menyakiti jemaah lain, atau mengganggu arus jemaah yang sedang bertawaf. Jika kondisi padat, berdoa dari jarak yang memungkinkan tetap bernilai pahala mulia di hadapan Allah SWT.
Wujudkan Impian Berdoa di Multazam Bersama PT. Alzam Amanah Baitullah
Rasakan syahdunya beribadah di depan Ka’bah dan memanjatkan doa di tempat-tempat mustajab Tanah Suci. Kami siap mendampingi perjalanan umroh Anda dan keluarga dengan bimbingan ibadah yang mutsaqil (sesuai sunnah), aman, dan nyaman.
Dapatkan informasi paket umrah promo serta bimbingan pendaftaran resmi sekarang juga via WhatsApp di 081222876800.