RIYADH — Sektor perhotelan Arab Saudi mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal kedua 2025, seiring meningkatnya minat investasi di bidang pariwisata domestik. Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Perdagangan Saudi, jumlah pendaftaran komersial untuk rumah liburan dan chalet melonjak sebesar 42%, mencapai 8.617 pendaftaran hingga akhir Juni 2025, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 6.063 pendaftaran.
Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan yang meningkat terhadap akomodasi wisata lokal, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebagai bagian dari program ambisius Saudi Vision 2030.
Riyadh dan Makkah Dominasi Daftar Pendaftaran
Wilayah Riyadh memimpin dengan 3.216 pendaftaran, diikuti oleh Makkah sebanyak 3.047, lalu Provinsi Timur (Eastern Province) dengan 721, Madinah sebanyak 515, dan Asir yang melengkapi lima besar wilayah dengan pertumbuhan tertinggi.
Kenaikan 32% untuk Aktivitas Reservasi Unit Akomodasi
Laporan yang sama juga mencatat bahwa aktivitas reservasi unit perhotelan mengalami peningkatan pendaftaran komersial sebesar 32%, dengan total 5.099 pendaftaran pada Q2 2025, dibandingkan dengan 3.850 pendaftaran pada periode yang sama tahun lalu.
Wilayah Makkah mencatat angka tertinggi dalam kategori ini dengan 2.027 pendaftaran, disusul oleh Riyadh (1.939), Madinah (410), Provinsi Timur (374), dan Al-Qassim (81).
Kementerian Perdagangan Catat 80.000 Lebih Pendaftaran Baru
Secara keseluruhan, lebih dari 80.000 pendaftaran komersial baru diterbitkan selama kuartal kedua tahun ini. Total rekor pendaftaran komersial di seluruh Kerajaan kini melebihi 1,7 juta, menunjukkan antusiasme tinggi pelaku usaha dalam berbagai sektor, terutama sektor pariwisata dan properti sewa jangka pendek.
Kesimpulan
Pertumbuhan pesat ini menjadi indikator bahwa sektor perhotelan dan pariwisata Arab Saudi sedang berada dalam fase ekspansi, selaras dengan target transformasi ekonomi nasional. Rumah liburan, chalet, dan unit sewa wisata menjadi pilihan investasi populer yang berpotensi besar dalam mendukung ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja, khususnya di wilayah-wilayah dengan destinasi unggulan.



