Pemerintah Arab Saudi kembali menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital di bidang layanan publik, kali ini melalui inovasi besar di sektor imigrasi. Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) mengumumkan peluncuran “Self-Deportation Platform”, sistem daring yang memungkinkan penduduk ilegal mengurus proses kepulangan mereka secara mandiri tanpa perlu antre di kantor imigrasi.
Mayor Jenderal Saleh Al-Murabba, Pejabat Pelaksana Direktur Jenderal Jawazat, menjelaskan bahwa sistem baru ini akan menggantikan metode manual yang selama ini digunakan untuk menangani pelanggaran izin tinggal, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan.
“Platform ini akan segera dioperasikan setelah seluruh aspek keamanan, teknis, dan operasional selesai disiapkan,” ujar Al-Murabba dalam Forum Pemerintahan Digital 2025 di Riyadh.
Dengan sistem digital ini, penduduk tanpa izin resmi dapat menyelesaikan seluruh proses deportasi secara cepat dan efisien. Semua tahapan dilakukan online — mulai dari pengajuan hingga penerbitan izin keluar — tanpa kontak langsung dengan petugas.
Smart Track: Inovasi Pemeriksaan Bandara Tanpa Sentuhan
Selain platform deportasi digital, Jawazat juga memperkenalkan “Smart Track”, teknologi pemeriksaan otomatis di bandara yang mampu mengenali hingga 35 orang sekaligus menggunakan kamera pintar. Penumpang tidak lagi perlu menyerahkan paspor ke petugas; cukup berjalan melewati jalur cerdas, sistem akan memverifikasi identitas mereka secara instan.
Teknologi ini juga didukung oleh sistem “Digital Twins”, yaitu model digital berbasis data yang menganalisis pergerakan penumpang, menghitung waktu tunggu, dan mengevaluasi tingkat kepuasan layanan. Teknologi ini sebelumnya telah diuji pada musim haji 1445 H (2024) dan dinilai sukses mempercepat alur perjalanan jemaah.
Transformasi Digital Layanan Paspor dan Keamanan
Arab Saudi kini juga memperluas penggunaan paspor digital melalui platform Absher, dengan rencana kerja sama lintas negara untuk mendukung penggunaan global. Proses keberangkatan ke depan akan semakin sederhana tanpa perlu pemeriksaan manual, karena seluruh verifikasi dilakukan melalui perangkat dan kamera pintar.
“Kami ingin menjadikan seluruh gerbang masuk ke Arab Saudi sebagai ‘smart gateways’ yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan keamanan dan mempercepat proses imigrasi,” tambah Al-Murabba.
Selain itu, sistem “Smart Voice Agent” kini beroperasi 24 jam tanpa intervensi pegawai manusia. Layanan ini bisa diakses siapa pun dengan menghubungi nomor 992, menjadikan layanan imigrasi Arab Saudi lebih cepat, responsif, dan ramah pengguna.
Kesimpulan
Transformasi digital besar-besaran ini menunjukkan langkah nyata Arab Saudi menuju era imigrasi cerdas dan efisien. Dengan lebih dari 100 layanan digital aktif di platform Absher, pemerintah memastikan pengalaman perjalanan para jemaah umrah, peziarah, dan warga asing menjadi lebih aman, cepat, dan nyaman.



