PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

🕊️ Terkena Kotoran Merpati di Masjidil Haram, Najis atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama

Kalau kamu pernah ke Masjidil Haram, Makkah, pasti sering melihat ribuan burung merpati beterbangan di sekitar Ka’bah. Mereka begitu jinak, sering bertengger di halaman hingga di atas atap masjid.
Namun, banyak jemaah yang bertanya: kalau kena kotorannya, apakah najis?

Pertanyaan sederhana ini ternyata menjadi pembahasan panjang di kalangan ulama fikih.


⚖️ Perbedaan Pandangan Ulama Empat Mazhab

Menurut kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah karya Syekh Abdurrahman Al-Juzairi, para ulama berbeda pendapat soal status kotoran hewan yang halal dimakan, termasuk burung merpati.

  • Mazhab Syafi’i berpendapat: semua kotoran hewan, termasuk yang halal dimakan, tetap najis, tanpa pengecualian.
  • Mazhab Hanafi memandang: kotoran hewan halal dimakan termasuk najis ringan (mukhaffafah), kecuali burung yang terbang, seperti merpati atau pipit.
  • Mazhab Maliki dan Hambali lebih longgar: kotoran hewan yang halal dimakan hukumnya suci, selama hewan tersebut tidak memakan hal-hal najis.

Dengan demikian, mayoritas ulama menilai kotoran burung merpati adalah suci, sementara hanya mazhab Syafi’i yang menyebutnya najis.


🕋 Merpati, “Warga Tetap” Masjidil Haram

Selain persoalan fikih, burung merpati di Masjidil Haram punya status istimewa dalam tradisi masyarakat Makkah. Mereka disebut dengan nama-nama khas seperti merpati tempat suci atau merpati demam.

Menurut Samir Ahmed Barqah, peneliti sejarah Makkah, sebutan itu muncul karena masyarakat percaya bahwa burung-burung ini dilindungi Allah di Tanah Suci.

“Mereka disebut merpati tempat suci karena keyakinan akan keselamatan mereka di Makkah,” ujar Barqah dalam wawancara dengan Arab News (20 Juni 2023).

Barqah juga menjelaskan bahwa merpati Makkah memiliki ciri unik — warna bulunya indah, matanya tajam, lehernya panjang, dan yang paling menarik: tidak takut manusia, meskipun berada di tengah ribuan jemaah.

Bahkan, menurut sebagian pengamat, merpati Masjidil Haram jarang sekali membuang kotoran di sekitar Ka’bah, seolah menjaga kesucian tempat tersebut secara alami. Tak heran, banyak jemaah menganggap mereka sebagai simbol kedamaian dan penjaga Tanah Suci.


📖 Legenda: Dari Gua Tsur hingga Burung Ababil

Dalam sejarah Islam, merpati juga punya tempat khusus.
Ada kisah yang menyebut bahwa merpati di Makkah adalah keturunan burung yang bersarang di Gua Tsur ketika Nabi Muhammad ﷺ bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy dalam peristiwa hijrah.

Versi lain dikemukakan Syekh Mohammed Tahir Al-Kurdi, sejarawan Makkah, yang menyebut bahwa merpati suaka itu berasal dari keturunan burung ababil — burung yang diutus Allah untuk menghancurkan pasukan Abrahah.

Kini, burung-burung ini bukan hanya bagian dari Masjidil Haram di Makkah, tetapi juga menghiasi Masjid Nabawi di Madinah.
Kehadiran mereka menjadi pemandangan khas yang menenangkan hati setiap jemaah yang datang ke Tanah Suci.


📌 Kesimpulan

Meski pandangan ulama berbeda, mayoritas berpendapat kotoran merpati tidak najis, apalagi jika burung tersebut hidup di tempat suci dan tidak memakan hal-hal yang haram.
Namun, tetap disarankan bagi jemaah untuk membersihkan diri atau pakaian bila terkena, demi menjaga kesucian dan kenyamanan beribadah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top