Makassar, 1 Juli 2025 — Penyelenggaraan haji 2025 kembali menuai apresiasi positif, kali ini datang dari para jemaah haji asal Papua yang merasa puas atas pelayanan prima selama transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (30/6).
Sebanyak 391 jemaah Kloter UPG-27 disambut hangat oleh PPIH Debarkasi Makassar, sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman mereka di Papua. Mereka menginap semalam di Asrama Haji Sudiang, Makassar, dan mendapatkan fasilitas lengkap seperti akomodasi bersih, konsumsi bergizi, serta layanan kesehatan yang sigap.
Pemerintah Pastikan Pelayanan Haji Hingga Tuntas
Kepala UPT Asrama Haji Makassar, Zul Hijaz, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah hingga mereka benar-benar tiba di rumah masing-masing.
“Pelayanan haji tidak hanya berakhir di Tanah Suci. Kami berusaha memastikan jemaah merasa aman dan nyaman sampai ke tanah asal mereka,” ungkap Zul.
Hal serupa disampaikan oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Papua, MB. Setiyo Wahyudi, yang turut mendampingi proses serah terima jemaah.
“Wajah-wajah ceria para jemaah menunjukkan bahwa ibadah haji mereka penuh keikhlasan. Semoga kemabruran ini membawa berkah bagi tanah Papua,” ujarnya penuh haru.
Dukungan dari Seluruh Unsur Pemerintah
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, melalui perwakilannya Muhammad Yunus, menekankan bahwa semangat haji harus terus dibawa dalam kehidupan sosial di tanah air.
“Kemabruran itu terlihat dari bagaimana jemaah berinteraksi dalam masyarakat setelah haji. Itulah makna sejati dari haji mabrur,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menyambut para jemaah dengan sukacita.
“Kehadiran mereka dapat menjadi momentum memperkuat kerukunan umat beragama dan semangat gotong royong di Papua,” katanya.
UPG-27: Simbol Kesuksesan Layanan Haji
Kloter UPG-27 terdiri dari 386 jemaah dan 7 petugas, berasal dari:
- Kota Jayapura (302 jemaah)
- Biak Numfor (6)
- Asmat (15)
- Yahukimo (4)
- Mamberamo Raya (2)
Dua jemaah wafat di Tanah Suci, dan total jemaah yang pulang berjumlah 391 orang.
Salah satu jemaah asal Jayapura, Jumartono, menyampaikan kesan positif terhadap layanan debarkasi:
“Asrama bersih, makanan enak, petugas ramah, semua sangat membantu. Kami merasa benar-benar diperhatikan,” tuturnya.
Penutup
Pelayanan yang diberikan oleh PPIH Debarkasi Makassar menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas layanan haji oleh pemerintah tidak hanya formalitas, tapi benar-benar dirasakan oleh jemaah. Jemaah haji Papua menjadi salah satu contoh nyata bahwa semangat melayani tamu Allah dilakukan secara menyeluruh, dari keberangkatan hingga pemulangan.



