Riyadh, 22 Juni 2025 – Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Albudaiwi, memperingatkan bahwa tindakan penyerangan langsung terhadap fasilitas nuklir Iran oleh Amerika Serikat berpotensi memicu eskalasi konflik dan mengguncang stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan pada hari Minggu, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik yang menyita perhatian dunia internasional.
“Perkembangan terbaru di kawasan sangat berbahaya dan dapat memperburuk ketegangan yang sudah ada. Ini menjadi ancaman nyata terhadap stabilitas regional,” ujar Albudaiwi.
GCC Tegaskan Sikap: Diplomasi, Bukan Konfrontasi
Dalam keterangannya, Albudaiwi menegaskan kembali sikap resmi GCC yang sebelumnya dinyatakan dalam Pertemuan Luar Biasa Menteri GCC ke-48. Dewan dengan tegas mengecam segala bentuk ancaman terhadap keamanan kawasan, termasuk aksi militer yang berpotensi memperluas konflik.
GCC menyerukan:
- Gencatan senjata segera
- Upaya kolektif dari semua pihak untuk meredakan ketegangan
- Pendekatan diplomatik sebagai solusi utama konflik
- Menahan diri secara maksimal demi mencegah perang yang lebih luas
Risiko Perang dan Dampaknya Terhadap Warga Sipil
Albudaiwi mengingatkan bahwa konflik bersenjata tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat, tetapi juga akan membahayakan jutaan penduduk sipil di seluruh kawasan. Oleh karena itu, GCC menyerukan semua pihak untuk mengutamakan perdamaian dan stabilitas jangka panjang.
“Rakyat di kawasan Teluk tidak boleh menjadi korban ambisi politik atau konflik militer. Perdamaian hanya bisa dicapai melalui dialog yang konstruktif,” tambahnya.



