PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Drs. Sahlan Toro Rilis Buku “MICE: Strategi dan Penerapan”, Panduan Inovatif untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

Dunia pariwisata Indonesia kembali mendapat suntikan semangat baru dari seorang pakar yang tak asing lagi — Drs. Sahlan Toro, M.Si, MT, CHU.
Melalui buku terbarunya berjudul “MICE: Strategi dan Penerapan”, ia merangkum pengalaman puluhan tahun di dunia Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Event (MICE) menjadi panduan strategis yang praktis, aplikatif, dan bernilai tinggi bagi kalangan akademik maupun industri.

Peluncuran buku ini berlangsung di Politeknik Sahid Jakarta dan dihadiri berbagai tokoh industri pariwisata, dosen, mahasiswa, serta praktisi event organizer.
Dalam sambutannya, Sahlan menyebut bahwa buku ini adalah upaya menjembatani dunia teori dengan praktik lapangan yang sesungguhnya.

“MICE kini menjadi ujung tombak pariwisata kreatif. Buku ini saya tulis agar mahasiswa, profesional, dan pemerintah daerah memiliki panduan dalam membangun event yang efektif, terukur, dan berdampak ekonomi nyata,” ujar Sahlan.


💡 Lebih dari Sekadar Acara: MICE Sebagai Penggerak Ekonomi

Dalam buku setebal lebih dari 200 halaman ini, Sahlan mengupas tuntas strategi penyelenggaraan event — mulai dari perencanaan, koordinasi lintas sektor, penyusunan anggaran, hingga prinsip keberlanjutan.
Menurutnya, MICE bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi alat strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat citra destinasi wisata Indonesia.

“Bertambahnya destinasi dan venue seperti NICE di PIK 2, Mandalika, dan Labuan Bajo adalah bukti nyata dukungan pemerintah terhadap perkembangan MICE,” jelasnya.

Sahlan juga menegaskan bahwa keberhasilan industri MICE membutuhkan SDM unggul, infrastruktur kelas dunia, digitalisasi acara, penerapan prinsip berkelanjutan, dan regulasi yang adaptif.


🌱 Dari Rengsek ke Ruang Konferensi: Kisah Inspiratif Sang Penulis

Lahir dari keluarga petani sederhana di Bantul, Yogyakarta, Sahlan kecil tumbuh dengan semangat kerja keras. Ia pernah menjual daun kering (“rengsek”) untuk bahan bakar gerabah dan berkeliling menjajakan kerupuk demi membantu keluarga.
Perjalanan hidupnya membawanya ke Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang komunikasi hingga magister, dan kini melanjutkan studi doktoralnya di Sekolah Pascasarjana Sahid.

Kini, Sahlan dikenal sebagai Tour Leader internasional yang telah mengunjungi lebih dari 50 negara, sekaligus Master Trainer pariwisata dan Ketua Paguyuban Dosen Politeknik Sahid.

“Saya ingin ilmu yang saya peroleh menjadi sedekah jariyah. Karena itu saya menulis buku ini, agar mahasiswa, dosen, dan praktisi MICE bisa berkembang bersama,” ujarnya.


📘 Dari Teori ke Aksi: Membumikan Konsep MICE

Sahlan menulis buku ini hanya dalam waktu tiga bulan — menggabungkan teori akademik dengan pengalaman lapangan. Ia juga menyertakan kisah nyata, seperti saat menjadi delegasi Indonesia di Visit Japan Travel Mart (VJTM), di mana ia memberikan masukan terkait fasilitas wisata halal di Jepang.

“Kami dari Komunitas Pencinta Wisata Muslim (KPWM) menyarankan agar Jepang menyediakan tempat salat dan makanan halal di destinasi wisata mereka,” kenangnya.

Ia menegaskan bahwa MICE tidak hanya mendatangkan wisatawan, tapi juga memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, dan memperkuat kompetensi SDM pariwisata nasional.

“MICE mampu memperkuat promosi, citra destinasi, dan mendorong ekonomi kreatif daerah,” tegasnya.


🤝 Triple Helix: Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Industri

Dalam pandangannya, masa depan pariwisata Indonesia bergantung pada sinergi Triple Helix — kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri.

“Pemerintah harus berperan sebagai regulator dan fasilitator, akademisi menyumbang riset dan inovasi, sementara industri menjadi motor penggerak utama,” jelas Sahlan.

Buku “MICE: Strategi dan Penerapan” diterbitkan oleh Campustaka dan kini tersedia melalui Politeknik Sahid Jakarta. Karya ini diharapkan menjadi bahan ajar, referensi penelitian, sekaligus inspirasi bagi pelaku industri untuk memperkuat potensi pariwisata daerah.

“Saya berharap buku ini menjadi kontribusi kecil bagi kemajuan industri MICE dan pariwisata nasional,” tutup Sahlan dengan penuh harap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top