AlzamTour.com – Pemerintah Arab Saudi resmi mengumumkan penerapan aturan kesehatan baru yang lebih ketat untuk pelaksanaan ibadah Haji tahun 2026 (1447 H). Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan jutaan jemaah dari seluruh dunia yang akan datang ke Tanah Suci.
Pemeriksaan Medis Wajib Sebelum Keberangkatan
Melalui surat edaran resmi, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menegaskan bahwa setiap calon jemaah wajib menjalani pemeriksaan medis menyeluruh dan menunjukkan sertifikat vaksinasi lengkap sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Semua jemaah, termasuk dari negara besar seperti Indonesia, Nigeria, dan India, harus membuktikan kondisi fisik dan mental yang sehat. Pemeriksaan tersebut juga akan diverifikasi ulang di bandara dan titik masuk Saudi, guna memastikan hanya jemaah yang benar-benar layak yang dapat menunaikan ibadah.
Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi bagi pelanggar aturan, karena keselamatan publik menjadi prioritas utama.
Penyakit yang Tidak Diizinkan
Dalam kebijakan baru tersebut, terdapat beberapa penyakit yang secara otomatis membatalkan izin keberangkatan, antara lain:
- Gagal organ berat (jantung, paru, hati, ginjal)
- Penyakit kronis stadium lanjut
- Kehamilan dengan risiko tinggi
- Kanker yang sedang dalam pengobatan
- Gangguan kejiwaan berat dan dementia
- Penyakit menular aktif seperti tuberkulosis dan demam berdarah hemoragik
Langkah ini sesuai standar kesehatan global WHO, demi mencegah penyebaran penyakit di acara keagamaan terbesar dunia.
Vaksinasi Jadi Syarat Utama
Dalam regulasi baru ini, vaksinasi menjadi bagian tak terpisahkan dari persyaratan haji. Rincian vaksinasinya meliputi:
- COVID-19: Dosis terakhir antara tahun 2021–2025, minimal dua minggu sebelum berangkat.
- Meningitis ACWY: Harus diterima maksimal 5 tahun dan minimal 10 hari sebelum kedatangan.
- Polio & Yellow Fever: Wajib bagi jemaah dari negara endemik seperti Nigeria dan Afrika Barat, dengan Yellow Card internasional sebagai bukti.
Pemerintah Saudi juga akan menerapkan sistem digital global untuk melacak dan memverifikasi sertifikat vaksinasi. Dengan sistem ini, jemaah yang mencoba memalsukan dokumen kesehatan akan langsung terdeteksi.
Menuju Haji Aman dan Modern
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari Visi Saudi 2030, yang mendorong modernisasi tata kelola haji agar lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan. Dengan penerapan aturan ini, Haji 2026 diharapkan menjadi yang paling aman, tertib, dan bebas wabah dalam sejarah modern.
