Pemerintah terus mendorong porsi penggunaan maskapai penerbangan nasional, seperti Garuda Indonesia dan Lion Group, dalam melayani perjalanan ibadah umroh jemaah Indonesia. Kendati demikian, data penerbangan menuju Arab Saudi periode Januari–September 2026 mencatat Saudia masih memimpin dengan mengangkut 720.354 penumpang, disusul Garuda Indonesia (449.370 penumpang) dan Lion Group (440.843 penumpang).
Melihat dinamika ini, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menekankan bahwa untuk menjadi pilihan utama jemaah, maskapai nasional harus menyelesaikan sejumlah “PR” besar terkait daya saing, kepastian kapasitas, serta perbaikan mutu pelayanan.
Tingginya Biaya Avtur dan Tantangan Harga Tiket
Dalam rapat koordinasi lintas industri, masalah tingginya biaya operasional penerbangan—khususnya bahan bakar avtur—menjadi sorotan utama. Lion Group mengungkapkan adanya ketimpangan harga avtur antarbandara yang cukup signifikan, bahkan selisihnya mencapai sekitar Rp7.100 per liter jika dibandingkan antara bandara di Indonesia dengan Bandara Kuala Lumpur.
Bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), komponen harga tiket pesawat sangat menentukan harga akhir paket umroh yang ditawarkan kepada jemaah. Jika biaya operasional dan harga avtur tetap tinggi, efisiensi paket umroh akan sulit dicapai.
Kapasitas Armada vs Kepastian Keberangkatan
Lion Group memaparkan potensi kapasitas armada yang mencakup puluhan pesawat Boeing dan Airbus A330 dengan daya angkut hingga 9.150 penumpang per hari. Namun, HIMPUH memberikan catatan kritis bahwa ketersediaan armada saja belum cukup.
Hal yang paling dibutuhkan oleh agen travel dan jemaah adalah:
- Kepastian Rute & Jadwal: Ketepatan jadwal penerbangan tanpa sering mengalami penundaan (delay).
- Kualitas Layanan: Standar kenyamanan dan pelayanan di udara maupun darat yang memadai.
- Ketersediaan Alokasi Kursi: Kepastian ketersediaan seat pada musim-musim padat (peak season).
Mendorong Efisiensi Tanpa Mengorbankan Pelayanan
Guna meningkatkan daya saing, sejumlah usulan dimunculkan, mulai dari kajian skema harga avtur khusus penerbangan umroh, relaksasi jam operasional bandara, penyederhanaan izin penerbangan tambahan (extra flight), hingga mekanisme transaksi valuta asing yang lebih stabil.
HIMPUH menegaskan bahwa kebijakan penguatan maskapai dalam negeri tidak boleh hanya sekadar “mewajibkan” jemaah memilih maskapai nasional, melainkan harus dibarengi dengan efisiensi biaya serta peningkatan standar pelayanan secara nyata.
Nikmati Perjalanan Umrah Nyaman dan Terjadwal Bersama PT. Alzam Amanah Baitullah
Kami bekerja sama dengan maskapai penerbangan terpercaya untuk memastikan kepastian jadwal, kenyamanan armada, serta pelayanan terbaik selama perjalanan ibadah Anda ke Tanah Suci.
Rencanakan ibadah umroh Anda dan keluarga bersama travel berpengalaman. Dapatkan informasi promo paket dan jadwal keberangkatan terbaru melalui WhatsApp di 081222876800.