PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Travel Umrah Bodong di Tenggarong Tipu Puluhan Jamaah, Kerugian Ditaksir Capai Rp7 Miliar

ALZAM TOUR – Puluhan calon jamaah umrah di Tenggarong, Kalimantan Timur, tengah mengalami kekecewaan besar setelah keberangkatan yang mereka tunggu-tunggu tidak pernah terealisasi. Seorang pengusaha travel bernama Ulfah, yang disebut sebagai pemilik PT Al Husna Era Nusantara, diduga membawa kabur dana jamaah hingga miliaran rupiah.

Kasus ini mencuat setelah kisah salah satu calon jamaah, Jumaidi Nur, viral di media sosial. Ia mengaku tidak lagi mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan sejak dua pekan terakhir.

“Kami betul-betul dirugikan karena tidak jelas kapan berangkatnya,” ujarnya, Senin (8/12/2025).


📵 Nomor Ponsel Nonaktif & Janji Berangkat yang Tidak Pasti

Jumaidi menjelaskan bahwa istrinya dijadwalkan berangkat pada Januari 2026. Namun setelah pertemuan terakhir, Ulfah hanya meminta mereka bersabar. Tidak lama kemudian, nomor ponselnya tidak dapat dihubungi.

Ia menuturkan bahwa selama dua tahun terakhir ia sudah mempercayakan perjalanan ibadah kepada travel tersebut. Bahkan ia dan istrinya sudah dua kali berangkat umrah melalui biro yang sama pada tahun 2024 dan 2025.

Kini, satu rombongan yang terdiri dari tujuh orang mengalami nasib serupa—tidak ada kejelasan dan khawatir setelah muncul kabar bahwa Ulfah melarikan diri bersama uang jamaah.


🏢 Kemenhaj Kukar: Perusahaan Tidak Terdaftar di Sistem Resmi

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kukar, Nor Jali, menegaskan bahwa travel tersebut tidak memiliki izin resmi.

“Perusahaan itu tidak terdaftar di lembaga kami. Setahu saya, kantor pusatnya berada di Sangatta, Kutai Timur,” jelasnya.

Kasus ini pertama kali diketahui dari laporan Komisaris PT Alhusna Era Nusantara yang berada di Sangatta, sebelum akhirnya diperkuat dengan pengaduan dari para calon jamaah. Kerugian diperkirakan mencapai Rp5–7 miliar.

Menurut Nor Jali, Ulfah sebelumnya hanya bertindak sebagai agen yang menitipkan jamaah ke travel resmi. Itulah mengapa keberangkatan dua tahun terakhir masih berjalan normal. Masalah mulai muncul ketika ia mendirikan perusahaannya sendiri dan diduga menjalankan praktik tidak sah.

“Sejak membuat badan usaha sendiri, mulai ada kasus gagal berangkat,” tambahnya.

Upaya pencarian terhadap Ulfah sudah dilakukan selama dua pekan, namun belum membuahkan hasil. Kemenhaj juga mengonfirmasi bahwa laporan resmi telah disampaikan ke pihak kepolisian.


⚠️ Imbauan Resmi: Cek Legalitas Travel Sebelum Membayar

Kemenhaj Kukar kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada biro perjalanan umrah yang tidak memiliki izin operasional.

“Badan usaha itu tidak terdaftar di Kementerian Agama maupun Kementerian Haji dan Umrah,” tegas Nor Jali.

Ia menyarankan jamaah untuk langsung mengunjungi kantor kementerian terdekat untuk memeriksa legalitas travel. Saat ini, hanya dua travel umrah resmi di Kukar, yaitu:

  • PT Hanas
  • Kutai Holiday

Pemerintah berharap kerugian jamaah dapat segera diselesaikan, baik melalui pengembalian dana maupun opsi penggantian keberangkatan.


🔚 Sumber:

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari himpuh.or.id.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top