Riyadh – Masa pemerintahan Raja Abdulaziz Al Saud, pendiri Arab Saudi modern, dikenal sebagai era penuh pencapaian pertama (firsts) yang menjadi fondasi negara hingga hari ini. Setelah menyatukan kerajaan pada tahun 1932, Raja Abdulaziz fokus membangun lembaga, infrastruktur, dan perjanjian internasional yang kemudian membentuk wajah Arab Saudi modern.
Anggaran Pertama
Tahun 1932, Arab Saudi menetapkan anggaran pertama sebesar 14 juta riyal. Meski sederhana, langkah ini menjadi pondasi awal pengelolaan keuangan negara secara terstruktur, yang kemudian mendorong Saudi tumbuh menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia.
Kementerian Pertama
Di era awal, Raja Abdulaziz mendirikan Kementerian Luar Negeri (1930) yang dipimpin Pangeran Faisal, menjadikannya kementerian modern pertama di Jazirah Arab. Disusul dengan Kementerian Keuangan yang dipimpin Abdullah bin Suleiman Al-Hamdan, keduanya menjadi tulang punggung administrasi negara dalam menghadapi tantangan ekonomi dan diplomasi.
Konsesi dan Penemuan Minyak Pertama
Pada 1933, Raja Abdulaziz menandatangani perjanjian konsesi dengan Standard Oil of California untuk eksplorasi minyak. Puncaknya pada 1938, Sumur Dammam No. 7 berhasil memproduksi minyak dalam jumlah komersial.
Setahun kemudian, 1939, Raja Abdulaziz secara simbolis membuka katup di Ras Tanura untuk memuat pengiriman pertama minyak mentah Saudi, sebuah momen bersejarah yang mengubah perekonomian negara.
Rel Kereta dan Bandara Pertama
Untuk menghubungkan wilayah yang luas, Raja Abdulaziz membangun jalur kereta pertama Riyadh–Dammam, menjadi dasar transportasi darat modern. Bandara-bandara awal juga mulai beroperasi, mempermudah perjalanan yang sebelumnya bergantung pada kafilah.
Sekolah dan Rumah Sakit Pertama
Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas. Sekolah-sekolah pertama yang didirikan membuka era baru literasi, sementara rumah sakit di Riyadh, Taif, dan Jeddah menyediakan layanan kesehatan terstruktur bagi masyarakat.
Perjanjian Internasional Pertama
Raja Abdulaziz membawa Arab Saudi ke panggung dunia dengan membuka hubungan diplomatik, mendirikan kedutaan, dan menerima utusan asing. Kehadirannya pada pembentukan PBB tahun 1945 menandai partisipasi internasional pertama Arab Saudi, mempertegas perannya sebagai pemimpin regional sekaligus aktor global.
Warisan Langkah Pertama
Setiap langkah pertama di masa Raja Abdulaziz — mulai dari anggaran, kementerian, minyak, transportasi, pendidikan, hingga diplomasi — menjadi landasan sejarah yang melahirkan Arab Saudi modern.
Kini, di peringatan Hari Nasional Saudi ke-95, bangsa ini mengenang warisan tersebut sebagai simbol ketangguhan, visi, dan kebijaksanaan pendiri negara.



