PT. Alzam Amanah Baitullah
alzamtour.com

Presiden Instruksikan Penambahan Petugas Haji dari TNI–Polri untuk Perkuat Keamanan Jamaah

Untuk meningkatkan perlindungan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci, pemerintah memastikan akan menambah jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri pada musim haji 2026. Langkah strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa kehadiran petugas keamanan dari TNI–Polri sangat penting dalam menjaga ketertiban, membantu mobilitas jamaah, dan memperkuat kualitas pelayanan di lapangan.

Penambahan Petugas Linjam Sesuai Arahan Presiden

Dahnil menjelaskan bahwa petugas dari unsur TNI–Polri selama ini terlibat dalam tugas pengamanan yang dikenal sebagai Linjam (Perlindungan Jamaah). Namun, melihat tantangan di lapangan dan kebutuhan jamaah yang terus meningkat, jumlahnya akan ditambah pada musim haji mendatang.

“Seperti perintah Presiden, kita akan tambah petugas dari TNI dan Polri agar pelayanan di lapangan lebih kuat,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menyebutkan bahwa personel dari dua institusi tersebut dinilai memiliki kemampuan fisik dan kedisiplinan tinggi, sehingga dapat menjalankan tugas secara lebih optimal.

Jumlah Penambahan Masih Dibahas, tetapi Dipastikan Bertambah

Meski angka pastinya belum diumumkan, Dahnil memastikan bahwa kuota petugas keamanan akan meningkat.

“Persentasenya nanti kita lihat, karena belum kita bahas detail. Tapi yang jelas, pasti bertambah,” tegasnya.

Penambahan personel ini diproyeksikan memperkuat seluruh rangkaian layanan, mulai dari pengaturan pergerakan jamaah, penanganan kondisi darurat, hingga pendampingan bagi jamaah lansia dan risiko tinggi.

Seleksi Petugas di Daerah Bencana Ditunda Sementara

Selain membahas peningkatan kuota petugas keamanan, Dahnil juga menyinggung proses rekrutmen petugas haji di tiga provinsi terdampak bencana besar: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Proses seleksi di tiga daerah tersebut ditunda sementara hingga kondisi sosial dan infrastruktur kembali stabil.

“Seleksi akan kita tunda sampai tiga provinsi ini benar-benar siap dan kondisi memungkinkan,” jelas Dahnil.

Penundaan ini dilakukan agar proses berjalan optimal dan tidak membebani daerah yang sedang fokus pada pemulihan pascabencana.


Kesimpulan

Kebijakan penambahan petugas haji dari TNI–Polri menjadi langkah penting dalam memperkuat aspek keamanan dan pelayanan terhadap jamaah Indonesia. Dengan personel yang lebih siap, terlatih, dan berpengalaman dalam penanganan situasi di lapangan, pemerintah berharap kualitas penyelenggaraan haji 2026 semakin meningkat.


Sumber: himpuh.or.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wpChatIcon
wpChatIcon
Scroll to Top