Berita, Topik Hangat
🗓️ Ditulis pada:
06 November 2025, 09:00:10
🖼️ Gambar Utama:
petugas-panitia-penyelenggara-ibadah-haji-ppih-menyambut-jamaah-calon_220604164253-174.jpg
📰 Isi Artikel (Versi Alzam Tour & SEO Friendly):
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menambah jumlah pembimbing ibadah haji perempuan pada musim haji 2026.
Kebijakan ini diambil untuk memperkuat pelayanan dan pendampingan khusus bagi jamaah wanita selama berada di Tanah Suci.
“Peran pembimbing perempuan sangat penting agar jamaah wanita mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan ibadah dan kenyamanan mereka,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
💠 Fokus pada Layanan Ramah Jamaah
Gus Irfan menegaskan, keberadaan pembimbing perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan jamaah, terutama di area pemondokan, tempat ibadah, serta kegiatan bimbingan rohani yang membutuhkan pendekatan sensitif gender.
“Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih ramah, inklusif, dan setara bagi seluruh calon jamaah,” jelasnya.
Kemenhaj mendorong setiap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menyiapkan tenaga pembimbing perempuan yang memiliki kapasitas keilmuan, pemahaman manasik yang baik, dan kemampuan komunikasi yang efektif.
📚 Pelatihan dan Sertifikasi Pembimbing
Langkah peningkatan jumlah pembimbing perempuan akan dibarengi dengan program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, serta penguatan kompetensi teknis dan spiritual.
Materi pelatihan mencakup pedagogi, fiqih haji, komunikasi lintas budaya, dan manajemen jamaah.
“Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pembimbing, penyelenggaraan haji tahun 2026 diharapkan berlangsung lebih profesional dan berorientasi pada kepuasan jamaah,” ungkap Gus Irfan.
🕋 Jadwal Haji 2026 Dimulai April
Sementara itu, Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyampaikan bahwa operasional haji 2026 akan dimulai 21 April 2026 atau 4 Dzulqa’dah 1447 H, ditandai dengan masuknya jamaah ke asrama haji.
“Keberangkatan gelombang pertama dijadwalkan pada 22 April menuju Madinah, dan gelombang kedua pada 7 Mei 2026 langsung ke Makkah,” katanya.
Puncak haji akan berlangsung pada 25–26 Mei 2026, sementara pemulangan jamaah dimulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Dengan adanya pembimbing perempuan yang lebih banyak dan terlatih, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh jamaah, khususnya jamaah wanita.



