Jenewa — Arab Saudi mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tanggung jawab moral dan hukum guna menghentikan escalasi kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan Palestina. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk PBB di Jenewa, Abdulmohsen bin Khothaila, dalam sesi Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang membahas situasi Palestina dan wilayah Arab lainnya yang diduduki.
Kecaman Terhadap Pelanggaran Terus-Menerus
Dalam pidatonya, bin Khothaila mengecam berbagai pelanggaran berat yang dilakukan oleh otoritas pendudukan Israel, antara lain:
- Penggusuran paksa terhadap warga Palestina
- Aneksasi wilayah secara ilegal
- Ekspansi permukiman Yahudi di tanah Palestina
- Serangan berulang terhadap warga sipil tak bersenjata
Ia menyebut tindakan-tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan ancaman serius bagi stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
Solusi Damai Harus Dimulai dari Pengakhiran Pendudukan
Arab Saudi kembali menegaskan posisi tegasnya dalam mendukung solusi yang adil dan komprehensif atas konflik Palestina, yakni:
- Mengakhiri seluruh bentuk pendudukan Israel atas wilayah Palestina
- Mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat
- Berdasarkan pada perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota
- Sesuai resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab
Bin Khothaila juga menyerukan dukungan terhadap semua upaya internasional yang bertujuan menghentikan agresi militer Israel dan melindungi warga sipil dari kekerasan dan penjajahan yang sistematis.
Kesimpulan: Seruan Global untuk Keadilan Palestina
Melalui pernyataan diplomatik ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama rakyat Palestina dan mendesak komunitas global untuk tidak lagi diam terhadap kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung di bawah pendudukan Israel.



