Sumber: himpuh.or.id
Upaya Indonesia menghadirkan Kampung Haji di Makkah kini memasuki tahap penting. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengonfirmasi bahwa mereka berhasil melaju ke tiga besar dalam proses bidding lahan yang diikuti oleh 90 perusahaan dari berbagai negara.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi menawarkan delapan pilihan lokasi strategis untuk kawasan khusus jamaah Indonesia. Setelah melalui kajian teknis, Danantara memutuskan memilih lahan di Jabal Hindawiyah—atau dikenal sebagai plot nomor 6—yang dinilai paling ideal.
Plot Favorit dan Pertimbangan Teknis
Rosan mengungkapkan bahwa plot nomor 6 dipilih karena kondisi lahannya relatif rata dan kosong, sehingga lebih cepat untuk dibangun. Sementara beberapa plot lain memerlukan pengerjaan pembongkaran batu yang dapat memakan waktu hingga empat tahun.
“Kita pilih yang nomor 6, dan ternyata itu yang paling diminati. Lahannya sudah flat dan tidak berbatu seperti lokasi lain,” jelas Rosan dalam Rapimnas Kadin Indonesia.
Proposal lengkap berisi nilai investasi, konsep desain, dan rencana pembangunan telah diserahkan sejak akhir Oktober 2025.
Indonesia Berada di Posisi Unggul
Meski harus bersaing dengan 90 peserta lain, kabar baik datang ketika Danantara dinyatakan masuk tiga besar kandidat terkuat untuk memenangkan tender.
“Infonya, kita sudah masuk tiga besar. Mohon doa restunya agar Indonesia bisa mendapatkan lahan tersebut,” ujar Rosan optimistis.
Pengumuman resmi pemenang tender rencananya dilakukan pada pertengahan Desember 2025. Rosan juga dijadwalkan kembali ke Arab Saudi untuk mengikuti agenda lanjutan.
Dampak Strategis untuk Jamaah Indonesia
Jika berhasil dimenangkan, proyek Kampung Haji akan menjadi langkah monumental dalam meningkatkan layanan bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Kawasan terpadu ini diproyeksikan memberikan fasilitas yang lebih nyaman, lengkap, dan terintegrasi.
Rosan menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jamaah terbesar di dunia—sekitar 2 juta jamaah umrah dan 200–220 ribu jamaah haji setiap tahun. Kehadiran Kampung Haji diyakini mampu meningkatkan pengalaman ibadah secara signifikan.
CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menambahkan bahwa proyek tersebut mencakup lahan seluas 80 hektare, serta akan menjadi pusat layanan jamaah dan etalase produk Indonesia di pasar global. Selain itu, Danantara membuka peluang kerja sama B2B untuk mengantisipasi kebutuhan usaha dan pengunjung yang besar.



