Alzamtour – Maskapai berbiaya rendah asal Arab Saudi, flyadeal, mengumumkan langkah ekspansi besar dengan menjadikan Madinah sebagai basis operasional terbaru mulai Januari 2026. Pengumuman ini disampaikan pada ajang Dubai Airshow dan menjadi strategi penting untuk memperkuat layanan menuju kota suci yang terus mengalami lonjakan penumpang umrah dan ziarah.
Dengan hadirnya basis baru ini, flyadeal kini memiliki empat pusat operasi: Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah.
Madinah Dipilih Karena Lonjakan Permintaan
CEO flyadeal, Steven Greenway, menyebut penempatan armada di Madinah sebagai langkah yang sepenuhnya logis.
“Kami sudah mengoperasikan 70–80 penerbangan per minggu ke Madinah. Ketika operasional mencapai skala tersebut, menempatkan pesawat permanen menjadi langkah alami,” ujarnya.
Dua pesawat Airbus A320 akan ditempatkan di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, guna menjawab kebutuhan perjalanan religioso yang terus meningkat setiap tahun.
Greenway menegaskan bahwa tingginya arus penumpang membuat pengembangan kapasitas menjadi sebuah keharusan. Madinah memiliki posisi penting sebagai kota tersuci kedua dalam Islam, sekaligus gerbang utama bagi jemaah umrah global.
Lima Rute Baru, Termasuk Istanbul
Mulai 1 Januari 2026, flyadeal membuka lima rute baru dari Madinah.
Rute Domestik Baru
- Jazan
- Tabuk
- Al Hofuf
- Abha
Rute Internasional Baru
- Istanbul – Bandara Sabiha Gökçen (SAW)
Flyadeal juga menargetkan penambahan lebih banyak rute internasional pada fase berikutnya.
Dengan penambahan ini, kapasitas operasional dari Madinah akan meningkat 30%, menghasilkan total sekitar 84 penerbangan mingguan untuk rute domestik dan internasional.
Dukungan bagi Jemaah Umrah dan Wisata Ziarah
Sebagai kota dengan permintaan perjalanan religi yang stabil sepanjang tahun, Madinah merupakan fokus penting bagi flyadeal. Maskapai ini telah aktif melayani penerbangan umrah dari berbagai negara serta menghubungkan Madinah dengan kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan Dammam.
Captain Abdulaziz Bahri, COO flyadeal, menegaskan:
“Pentingnya Madinah dalam jaringan kami tidak dapat diremehkan. Peningkatan frekuensi akan memberikan lebih banyak pilihan bagi penumpang dan memudahkan jemaah dalam merencanakan perjalanan.”
Target Besar: 100 Pesawat dan 100 Destinasi
Flyadeal berada dalam fase ekspansi ambisius. Maskapai ini berencana:
- memperluas armada hingga 100 pesawat pada 2030,
- memperluas jaringan hingga lebih dari 100 destinasi dalam lima tahun mendatang.
Saat ini, flyadeal mengoperasikan 43 Airbus A320, dengan 70% ditempatkan di Riyadh. Penambahan pesawat baru akan memperkuat operasional Madinah, khususnya untuk melayani kebutuhan jemaah dan penumpang umum sepanjang tahun.
Kesimpulan
Transformasi flyadeal melalui pembukaan basis baru di Madinah menjadi langkah strategis yang menegaskan posisi Arab Saudi sebagai pusat perjalanan religi dunia. Dengan rute baru, armada bertambah, dan komitmen memperkuat layanan umrah, keputusan ini diprediksi memberikan dampak besar bagi mobilitas jemaah Indonesia dan berbagai negara lainnya.



