Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa jemaah haji reguler tahun 2026 tetap wajib menempati Mina Jadid (Zona 5). Hal ini disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI.
Menurut Gus Irfan, berbagai upaya diplomasi telah ditempuh, mulai dari komunikasi informal hingga pertemuan resmi dengan Pemerintah Arab Saudi. Namun hingga kini, permintaan Indonesia untuk mengurangi penempatan di Zona 5 belum mendapatkan persetujuan.
Permintaan Pengurangan Zona 5 Belum Mendapat Lampu Hijau
Dalam penjelasannya, Indonesia telah mengajukan permohonan agar jemaah tidak terlalu banyak ditempatkan di Zona 5, karena:
- lokasi Mina Jadid berada lebih jauh dari area utama,
- kondisi mobilitas jemaah di sana lebih menantang,
- dan kapasitas pelayanan idealnya lebih dekat dengan jalur utama Mina.
Meski demikian, Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa Zona 5 tetap menjadi area wajib bagi Indonesia untuk Haji 2026.
Kapasitas Mina yang Terbatas Jadi Alasan Utama
Gus Irfan menjelaskan bahwa secara prinsip, jemaah Indonesia akan menempati Zona 3 dan Zona 4 sebagai area utama. Namun besarnya kuota jemaah Indonesia ditambah keterbatasan kapasitas Mina membuat Saudi menetapkan Zona 5 sebagai area tambahan untuk Indonesia.
Keputusan ini berkaitan langsung dengan tata kelola ruang Mina dan pemerataan distribusi tenda bagi negara-negara dengan jumlah jamaah besar.
Mitigasi Pemerintah: Layanan Khusus untuk Jemaah di Zona 5
Meski harapan untuk mengurangi penggunaan Zona 5 belum terwujud, pemerintah memastikan jemaah tetap mendapatkan layanan yang memadai. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah:
Tanaqqul Dzul (Pemindahan Jemaah Setelah Melontar)
Jemaah yang berada di Zona 5 dapat dipindahkan ke hotel setelah selesai melontar jumrah Aqabah.
Langkah ini bertujuan:
- mengurangi kepadatan di tenda,
- menjaga kenyamanan jemaah,
- serta memperlancar mobilitas selama puncak haji.
Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan di area Mina Jadid agar pengalaman ibadah tetap aman dan nyaman.
Indonesia Tetap Dorong Negosiasi ke Depan
Walaupun keputusan ini sudah final untuk musim Haji 2026, Gus Irfan memastikan bahwa lobi dan komunikasi dengan pemerintah Saudi akan terus dilanjutkan untuk mendapatkan solusi jangka panjang yang lebih ideal bagi jemaah Indonesia.



