Riyadh — Konferensi Haji 2025 menjadi sorotan dunia Islam dengan hadirnya pameran istimewa yang mengangkat tema “Architecture of the Two Holy Mosques and the Holy Sites.”
Acara ini diselenggarakan oleh King Abdulaziz Foundation for Research and Archives (Darah) dan sukses menarik perhatian pengunjung dengan dokumentasi langka perjalanan sejarah Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta situs-situs penting haji seperti Mina dan Jamarat.
🕋 Jejak Panjang Perluasan Dua Masjid Suci
Dalam paviliun utama, pengunjung diajak menyusuri jejak perkembangan arsitektur dua masjid suci selama lebih dari satu abad.
Foto-foto arsip memperlihatkan bagaimana perluasan pertama Masjidil Haram dilakukan, termasuk pembangunan lantai dua di jalur Al-Safa–Al-Marwah (Al-Masaa).
Rekaman dokumenter juga menampilkan proses pengerjaan alat berat, pengecoran beton, dan pembangunan menara yang menjadi tonggak sejarah perkembangan masjid di era modern.
Di area khusus Madinah, pameran menampilkan dokumentasi bersejarah Masjid Nabawi, termasuk foto fasad barat dan pembangunan payung raksasa otomatis yang kini menjadi ikon kenyamanan jamaah. Proyek ini dipimpin langsung oleh mendiang Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud, yang menandai dimulainya era modernisasi pelayanan ibadah di Masjid Nabawi.
🧵 Kiswah: Perpaduan Seni dan Teknologi
Bagian yang paling memikat perhatian adalah area khusus Kiswa, kain penutup Ka’bah yang sarat makna spiritual dan estetika tinggi.
Pengunjung dapat melihat langsung contoh kain, foto proses pembuatan, serta alat tenun tradisional yang digunakan di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa.
Setiap helai benang dihiasi bordir emas dan perak, dikerjakan dengan tangan oleh para pengrajin terlatih yang memadukan keahlian klasik dan teknologi modern.
Pameran ini menjadi bukti nyata bagaimana tradisi dan inovasi berjalan berdampingan untuk menjaga kehormatan Ka’bah sebagai pusat ibadah umat Islam.
🏕️ Dari Mina ke Jamarat: Modernisasi Berkelanjutan
Selain dua masjid suci, pameran juga menyoroti evolusi situs-situs haji seperti Mina dan Jamarat.
Foto-foto arsip memperlihatkan perubahan tenda-tenda sederhana di masa lalu menjadi akomodasi modern berfasilitas lengkap yang nyaman bagi jamaah.
Paviliun ini juga menampilkan dokumentasi pembangunan Jembatan Jamarat, yang kini menjadi simbol penting pengelolaan arus jamaah saat lempar jumrah.
Inovasi arsitektur dan sistem keamanan yang diterapkan menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan jamaah setiap tahun.
✈️ Jalan Menuju Haji Modern
Bagian terakhir dari pameran berjudul “The Roads to Hajj” membawa pengunjung pada perjalanan waktu — dari masa ketika jamaah menempuh perjalanan darat dan laut berbulan-bulan lamanya, hingga kini ketika transportasi udara dan sistem digital membuat ibadah haji lebih cepat, mudah, dan aman.
Teknologi transportasi, sistem e-Hajj, hingga integrasi layanan digital menjadi bukti nyata bahwa ibadah haji kini memasuki era baru, di mana spiritualitas dan inovasi berjalan beriringan.
🌙 Merekam Seabad Transformasi
Dengan pendekatan visual, dokumentasi, dan teknologi interaktif, pameran Darah menghadirkan narasi yang menyentuh — memperlihatkan bagaimana dua masjid suci dan situs haji berkembang dari masa sederhana menuju era modern yang serba digital.
Lebih dari sekadar pameran sejarah, acara ini menjadi refleksi spiritual dan budaya, menegaskan komitmen Arab Saudi dalam menjaga kemuliaan Tanah Suci sekaligus menghadirkan pelayanan terbaik bagi jutaan tamu Allah setiap tahunnya.



