AlUla, 30 Agustus 2025 – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) bekerja sama dengan Komisi Kerajaan untuk AlUla (RCU) akan meluncurkan program pelatihan pertama yang berfokus pada dialog antarbudaya. Program ini ditujukan khusus bagi para profesional yang bergerak di bidang museum serta pengelolaan situs warisan budaya.
Program ini merupakan bagian dari proyek bertajuk “Fostering Positive Social Transformations in AlUla” atau Mendorong Transformasi Sosial Positif di AlUla. Pelatihan akan diselenggarakan setiap hari Kamis mulai 18 September hingga 16 Oktober 2025, pukul 12.00 – 14.00 waktu GMT+2 melalui platform Zoom.
Peserta yang akan bergabung mencakup perwakilan dari museum dan situs Warisan Dunia, terutama mereka yang aktif dalam interaksi publik, pembelajaran, dan edukasi.
Fokus Program
Materi pelatihan akan membahas teori komunikasi antarbudaya dan penerapannya secara praktis. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah konsep “Live Museum Model”, yang mendorong museum dan situs warisan budaya menjadi ruang pertukaran dan pemahaman antarbudaya. Selain itu, warisan lokal dan kerajinan tangan juga akan dijadikan penggerak utama dalam membangun dialog antar berbagai budaya.
Pendaftaran Peserta
UNESCO menekankan bahwa pendaftaran peserta dibuka hingga 5 September 2025. Karena kuota terbatas, hanya peserta terpilih yang akan menerima konfirmasi satu minggu sebelum program dimulai.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai detail program, calon peserta dapat mengunjungi situs resmi UNESCO melalui tautan berikut:
👉 UNESCO Intercultural Dialogue Training
✅ Dengan adanya inisiatif ini, AlUla diharapkan semakin dikenal sebagai pusat dialog budaya internasional sekaligus mendukung peran museum dalam membangun pemahaman antar masyarakat dunia.
Sumber: saudigazette.com.sa