Riyadh, 30 Agustus 2025 — Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa sebanyak 20.319 penduduk ilegal berhasil ditangkap dalam operasi gabungan selama periode 21–27 Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 11.279 orang langsung dideportasi ke negara asalnya.
Rincian Pelanggaran
Mereka yang ditangkap terdiri dari:
- 12.891 pelanggar Undang-Undang Kependudukan
- 3.888 pelanggar Undang-Undang Keamanan Perbatasan
- 3.540 pelanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan
Selain itu, 1.238 orang tertangkap saat mencoba memasuki wilayah Saudi secara ilegal, dengan rincian:
- 50% warga negara Yaman
- 49% warga negara Ethiopia
- 1% dari negara lain
Sebanyak 22 orang juga ditangkap saat berusaha keluar dari Kerajaan secara ilegal.
Proses dan Tindakan Lanjutan
- 20.916 orang dirujuk ke perwakilan diplomatik masing-masing untuk pengurusan dokumen perjalanan.
- 1.786 orang menunggu penyelesaian reservasi perjalanan.
- 27.417 ekspatriat (24.870 pria dan 2.547 wanita) masih dalam proses hukum.
Sementara itu, 16 orang ditangkap karena terbukti memberikan transportasi, tempat tinggal, atau pekerjaan bagi para pelanggar.
Ancaman Hukuman Berat
Kementerian Dalam Negeri memperingatkan bahwa siapa pun yang membantu penduduk ilegal — baik dengan cara menyelundupkan, mengangkut, memberi tempat tinggal, atau bentuk bantuan lainnya — akan menghadapi hukuman hingga:
- 15 tahun penjara
- Denda hingga 1 juta riyal Saudi
- Penyitaan kendaraan atau rumah yang digunakan dalam pelanggaran
Ajakan kepada Publik
Pemerintah Saudi meminta masyarakat untuk melaporkan pelanggaran melalui:
- 911 untuk wilayah Makkah, Riyadh, dan Provinsi Timur
- 999 atau 996 untuk wilayah lainnya di Kerajaan



